PGRI Tolak Keras Wacana Sekolah Enam Hari: 'Anak Bukan Robot, Guru Bukan Mesin'!

news.fin.co.id - 26/11/2025, 14:54 WIB

PGRI Tolak Keras Wacana Sekolah Enam Hari: 'Anak Bukan Robot, Guru Bukan Mesin'!

Disdik DKI Jakarta telah menerbitkan jadwal libur sekolah selama bulan Ramadan 1446 Hijriah/2025 Masehi. Foto:Istimewa

Guru harus berkembang, bukan sekadar mengajar tanpa henti.

3. Mayoritas orang tua libur Sabtu-Minggu

Ini membantu mereka menjalankan peran utama sebagai pendidik anak di rumah.

4. Efisien untuk siswa SMA/SMK yang jarak sekolahnya jauh

Advertisement

Transportasi lebih hemat waktu dan biaya.

Salah satu alasan yang pernah mencuat untuk menghidupkan sekolah enam hari adalah agar siswa lebih mudah diawasi. Namun PGRI tegas menilai bahwa:

  • Pengawasan adalah tanggung jawab utama keluarga

  • Sekolah tidak otomatis memecahkan masalah hanya dengan menambah hari

  • Kegiatan belajar terlalu padat justru bisa berdampak negatif pada perkembangan siswa

Muhdi menekankan bahwa solusi pendidikan tidak boleh diukur dari lamanya siswa berada di sekolah

PGRI Jateng Sudah Ajukan Masukan Resmi ke Pemprov

PGRI memastikan mereka telah menyampaikan rekomendasi resmi dalam forum pembahasan kebijakan di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

“Kami berharap pemerintah tidak tergesa-gesa mengubah kebijakan hanya karena pertimbangan sesaat. PGRI tegas menolak sekolah enam hari,” ujar Muhdi yang juga anggota DPD RI.

Anak Butuh Ruang di Luar Sekolah

PGRI menutup pernyataannya dengan mengingatkan bahwa anak bukan hanya makhluk akademik. Mereka butuh ruang berkembang:

  • Sepak bola

  • Bulu tangkis

  • Seni

  • Organisasi

  • Kegiatan keagamaan

  • Dan aktivitas sosial lainnya

Semua itu akan sulit berkembang jika jadwal sekolah kembali dipadatkan enam hari penuh.

Advertisement
Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Penulis FIN.CO.ID