fin.co.id - Untuk menahan ancaman banjir lahar Gunung Semeru agar tidak kembali menerjang permukiman, Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (PU SDA) Jawa Timur menurunkan sedikitnya 15 alat berat.
Pihaknya menurunkan alat berat di kawasan hulu Sungai Besuk Kobokan, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang.
"Membuat sudetan sepanjang 500 meter dengan kedalaman 10 meter, bila sudetan selesai maka aliran lahar bisa melewati sudetan sehingga tidak melimpah ke pemukiman warga," ucap Kabid Sungai Waduk dan Pantai Dinas PU SDA Jatim Muhammad Waziruddin.
Di titik ini, tumpukan material vulkanik sisa erupsi masih tampak menyisakan panas. Langkah utama yang dilakukan adalah pengerjaan sudetan baru, sepanjang 500 meter dengan kedalaman sekitar 10 meter.
Jalur buatan ini berfungsi mengalihkan aliran lahar hujan, sehingga tidak mengarah langsung ke rumah warga di dataran bawah.
Pengerjaan berlangsung cepat, karena cuaca di sekitar puncak Semeru dalam beberapa hari terakhir kerap diguyur hujan deras.
Kondisi itu dikhawatirkan memicu banjir lahar susulan, apabila aliran sungai tidak segera dinormalisasi.
Selain membuat sudetan, petugas juga terus memperbaiki sejumlah tanggul di sepanjang jalur aliran lahar.
"Selain membuat sudetan kami melakukan perbaikan tanggul yang rusak," ucapnya.
Infrastruktur ini sebelumnya rusak akibat erupsi, dan kini digenjot pembangunannya guna mengurangi risiko saat curah hujan tinggi kembali terjadi.