Basarnas Kerahkan 6.000 Personel untuk Operasi SAR Terbesar 2025 di Aceh, Sumut, dan Sumbar

news.fin.co.id - 01/12/2025, 18:16 WIB

Basarnas Kerahkan 6.000 Personel untuk Operasi SAR Terbesar 2025 di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Basarnas turunkan 6.000 personel SAR dengan helikopter, kapal, dan peralatan canggih untuk tangani banjir dan longsor di Sumatera. Foto: ANTARA/ /Iggoy el Fitra.

fin.co.id - Basarnas meluncurkan operasi SAR terbesar sepanjang tahun 2024–2025 untuk menangani bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Operasi ini melibatkan pengerahan personel, alat, dan peralatan canggih dari udara, laut, dan darat. Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, menyebutkan langkah ini diambil setelah evaluasi hari keempat tanggap darurat menunjukkan akses darat sulit dipulihkan cepat, sehingga sebagian besar bantuan harus dilakukan lewat udara.

Lebih dari 6.000 personel SAR dikerahkan untuk membantu evakuasi dan distribusi bantuan. "Melihat luas cakupan wilayah, jumlah personel kita masih kurang. Jadi kekuatan tambahan datang dari kantor SAR berbagai daerah, potensi SAR, TNI-Polri, dan relawan," jelas Syafii dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi V DPR RI di Jakarta, Senin, 30 November 2025.

Di Provinsi Aceh, total personel yang dikerahkan mencapai 389 orang. Mereka terdiri dari 165 personel Basarnas dan 224 anggota potensi SAR. Tim ini fokus menanggulangi banjir dan longsor di wilayah yang aksesnya masih terputus, termasuk Aceh Utara, Bireuen, Pidie, serta kawasan pegunungan tengah. Dengan kondisi medan yang menantang, helikopter dan perahu menjadi andalan tim SAR untuk mencapai korban yang terisolasi.

Sementara di Sumatera Utara, operasi SAR jauh lebih besar. Kantor SAR Medan memimpin operasi dengan 121 personel Basarnas yang diperkuat 5.378 potensi SAR dari berbagai unsur. Total kekuatan mencapai 5.500 personel, menjadikannya operasi terbesar di ketiga provinsi. Fokus utama berada di Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Kota Sibolga, Mandailing Natal, hingga Humbang Hasundutan. Di sini, tim SAR menghadapi tantangan medan yang luas dan kerusakan infrastruktur yang parah akibat banjir dan longsor.

Advertisement

Di Sumatera Barat, Kantor SAR Padang mengerahkan 128 personel yang didukung kapal dan helikopter Basarnas. Mereka fokus menangani longsor dan banjir bandang di Kabupaten Agam, Tanah Datar, Pesisir Selatan, serta kota dan kabupaten terdampak lainnya. Total personel gabungan mencapai lebih dari 150 orang, dengan strategi operasi yang menekankan penyelamatan cepat korban terdampak bencana.

Basarnas juga menurunkan berbagai peralatan canggih untuk mempercepat operasi. Pengerahan meliputi tiga helikopter, 10 drone thermal, tiga kapal laut, 61 perahu karet, 26 truk, 29 mobil dobel gardan, dan 34 motor trail. Semua peralatan ini berasal dari Basarnas Pusat di Jakarta, serta kantor SAR di Aceh, Medan, Nias, Padang, Tanjung Pinang, Pekanbaru, Bengkulu, Jambi, Mentawai, dan Palembang.

Syafii menegaskan, kekuatan SAR masih bisa bertambah. Basarnas terus mengirim dukungan dari kantor SAR sekitar, termasuk pengerahan tambahan helikopter, kapal, dan peralatan pendukung. Strategi ini memastikan tim SAR mampu menjangkau wilayah yang masih terisolasi dan mempercepat evakuasi korban.

Dengan operasi sebesar ini, Basarnas menegaskan komitmennya untuk selalu siap siaga menghadapi bencana. Pengerahan personel dan peralatan secara masif juga menunjukkan koordinasi lintas instansi yang solid antara Basarnas, potensi SAR, TNI-Polri, dan relawan. Bagi masyarakat terdampak, kecepatan penanganan ini menjadi harapan utama agar korban bisa segera dievakuasi dan bantuan distribusi cepat sampai ke tangan mereka. (ANTARA)

Wanda Afifah
Wanda Afifah
Penulis

Penulis FIN.CO.ID