Ekonomi Indonesia Tunjukkan Momentum Positif di Tengah Ketidakstabilan Global

news.fin.co.id - 02/12/2025, 18:44 WIB

Ekonomi Indonesia Tunjukkan Momentum Positif di Tengah Ketidakstabilan Global

Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu, Febrio Kacaribu.

fin.co.id - Meskipun kondisi perekonomian global masih berada dalam situasi yang tidak menentu, Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kementerian Keuangan (DJSEF Kemenkeu) menyatakan, ekonomi Indonesia berhasil mempertahankan momentum positif.

Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu, Febrio Kacaribu, menyebutkan bahwa hal ini tercermin dari sejumlah indikator, antara lain PMI manufaktur yang tetap ekspansif, neraca perdagangan yang surplus, inflasi terkendali, dan kuatnya permintaan domestik.

“Kita terus memperkuat pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan yang terarah, termasuk stimulus kuartal IV/2025, sekaligus mendorong ekspor yang bernilai tambah dan menjaga ketahanan sektor padat karya untuk mengoptimalkan kontribusi pada ekonomi nasional,” ujar Febrio kepada media di Jakarta, Selasa, 2 November 2025.

Febrio menambahkan, aktivitas manufaktur Indonesia menunjukkan penguatan selama empat bulan terakhir, dengan PMI Manufaktur Indonesia pada November 2025 tercatat 53,3, menandakan ekspansi. Permintaan domestik yang meningkat menjadi faktor utama, mendukung peningkatan produksi, penyerapan tenaga kerja, serta aktivitas pembelian menjelang akhir tahun.

Advertisement

Beberapa negara mitra dagang utama Indonesia juga mencatat pertumbuhan positif, termasuk India (57,4) dan Amerika Serikat (51,9). Di kawasan ASEAN, aktivitas industri juga menunjukkan penguatan, seperti Thailand (56,8), Vietnam (53,8), dan Malaysia (50,1).

“Ekspansi di negara mitra dagang utama mengindikasikan peningkatan momentum permintaan yang berpotensi mendukung kinerja ekspor Indonesia ke depan,” ungkap Febrio.

Pandangan serupa sebelumnya juga disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. Menurutnya, kondisi ekonomi yang positif ini mencerminkan meningkatnya optimisme masyarakat terhadap program nasional, termasuk event belanja nasional dengan target transaksi lebih dari Rp 120 triliun, yang mencakup diskon transportasi, event pariwisata, dan kampanye belanja di minimarket maupun e-commerce.

“Seluruh potensi belanja masyarakat akan dikonsolidasikan untuk menjaga daya beli dan menggerakkan sektor UMKM,” tutur Menko Airlangga.

Pemerintah juga memastikan ketersediaan pasokan bahan pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru, termasuk untuk mendukung program prioritas pemerintah di tengah tantangan gangguan cuaca. Berbagai langkah dilakukan, antara lain operasi pasar, penguatan stok dan cadangan pangan, serta intervensi harga, untuk menekan gejolak harga akibat cuaca ekstrem.

(Bianca Khairunnisa)

Mihardi
Mihardi
Penulis

Penulis FIN.CO.ID