Momen Haru! Ayah di Sibolga Nekad Terobos Longsor 3 Hari Demi Cari Putri Tercinta

news.fin.co.id - 02/12/2025, 14:00 WIB

Momen Haru! Ayah di Sibolga Nekad Terobos Longsor 3 Hari Demi Cari Putri Tercinta

Ayah di Sibolga terus mencari putrinya yang hilang akibat longsor. Foto: Tangkapan Layar TikTok zaits_bf.

fin.co.id - Tragedi longsor di Sibolga meninggalkan duka mendalam bagi banyak keluarga, namun kisah seorang ayah yang terus mencari putrinya benar-benar menyentuh hati banyak orang. Selama tiga hari penuh, ia tidak berhenti menyisir material longsor demi menemukan buah hatinya. Dari pagi hingga malam, langkahnya tidak pernah terhenti, seolah waktu tak lagi penting ketika menyangkut anak yang ia cintai.

Sejak hari pertama kejadian, sang ayah langsung turun ke lokasi. Ia memeriksa setiap tumpukan tanah, batu, hingga puing yang terbawa longsor. Tidak ada bagian yang ia lewatkan. Dengan tangan gemetar dan mata sembab, ia berulang kali memanjatkan doa agar Tuhan membimbingnya menemukan sang putri. Harapan itu terus ia genggam, meski situasi semakin berat.

Kondisi lokasi longsor tidak ramah bagi siapa pun. Material tanah masih labil, cuaca berubah cepat, dan medan licin membuat proses pencarian berjalan sangat lambat. Tim penyelamat bekerja ekstra hati-hati untuk mengurangi risiko longsor susulan. Namun, sang ayah tetap memilih berada tepat di titik bencana.

Tim penyelamat sempat memintanya pulang untuk beristirahat. Mereka khawatir ia kelelahan dan berisiko jatuh sakit. Namun ia menolak. Baginya, menjauh dari lokasi berarti semakin jauh dari putrinya. Ia bertekad mendampingi proses pencarian sampai titik terakhir.

Advertisement

Wajah lelah tidak bisa menutupi kesedihan mendalamnya. Namun di balik mata yang berkaca-kaca, terpancar tekad luar biasa. Setiap hari, ia memanggil nama putrinya, berharap ada balasan sekecil apa pun. Ia percaya Tuhan akan menunjukkan jalan, meski realitas di lapangan sangat pahit.

Cuaca yang tidak bersahabat semakin memperberat situasi. Hujan turun bergantian dengan angin kencang, membuat area longsor berkali-kali terpaksa dihentikan sementara. Meski demikian, sang ayah tetap bertahan di sekitar lokasi. Ia duduk di atas batu, terkadang berdiri sambil menatap hamparan material tanah yang belum selesai digali.

Ketika malam tiba, suhu dingin menusuk. Namun ia tetap menolak pulang. Ia merasa bahwa berada di lokasi longsor membuatnya lebih dekat secara batin dengan putrinya. Harapan itu menjadi satu-satunya energi yang membuatnya mampu bertahan.

Meski secara fisik ia tampak sangat kelelahan, semangatnya tidak pernah padam. Setiap orang di lokasi merasakan betapa kuatnya ia mempertahankan keyakinan bahwa putrinya akan ditemukan, apa pun kondisinya. Ia terus berdoa, kadang sambil menangis, kadang sambil meraba tanah seolah mencari petunjuk kecil yang bisa mengarahkannya.

Dalam situasi ini, rasa kehilangan dan ketidakpastian memang menjadi beban besar. Namun sang ayah memilih terus bergerak. Baginya, menyerah bukan pilihan. Selama napas masih ada, ia ingin memastikan ia melakukan segala yang bisa ia lakukan untuk menemukan anaknya.

Wanda Afifah
Wanda Afifah
Penulis

Penulis FIN.CO.ID