Viral! Verrell Bramasta Pakai Rompi Anti Peluru Saat Kunjungi Korban Banjir? Begini Pengakuannya

news.fin.co.id - 03/12/2025, 09:00 WIB

Viral! Verrell Bramasta Pakai Rompi Anti Peluru Saat Kunjungi Korban Banjir? Begini Pengakuannya

Verrell Bramasta Pakai Rompi Anti Peluru Saat Kunjungi Korban Banjir? (Instagram)

fin.co.id - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Verrell Bramasta, baru-baru ini menjadi buah bibir. Penampilannya saat meninjau lokasi bencana di Sumatra memicu perdebatan, terutama karena ia terlihat mengenakan pakaian yang mirip dengan rompi antipeluru.

Hal ini lantas menimbulkan pertanyaan dari warganet dan masyarakat umum mengenai alasan ia menggunakan pakaian tersebut di tengah situasi penanganan bencana.

Menanggapi kehebohan yang terjadi, Verrell menjelaskan bahwa rompi yang ia kenakan bukanlah rompi antipeluru, melainkan sebuah tactical vest dengan sistem kantong modular.

Kata dia, rompi ini dirancang untuk memudahkan penggunanya membawa berbagai perlengkapan sambil tetap bisa bergerak dengan leluasa.

“Rompi taktis ini tidak dilengkapi pelat balistik dan fungsinya memang untuk membawa perlengkapan kebutuhan. Saya pada saat itu membawa perlengkapan seperti air minum, uang kas untuk dibagi-bagi, dan sebagainya,” ungkap Verrell Bramasta kepada wartawan, dikutip pada Rabu 3 Desember 2025.

Politisi dan juga artis ini mengatakan bahwa, ia sengaja memilih membawa barang-barang yang praktis agar dapat segera membantu tim relawan dan warga yang menjadi korban di lokasi bencana.

Kedatangannya, menurut Verrell, bertujuan untuk memberikan bantuan komoditas, melakukan peninjauan langsung, serta berdialog dengan pemerintah daerah (pemda) setempat.

Tujuannya adalah memastikan bantuan bisa didistribusikan secara tepat sasaran. Dengan melihat kondisi di lapangan secara langsung, ia berharap bisa membawa aspirasi masyarakat ke pemerintah dan pihak-pihak terkait.

Verrell juga tegas membantah narasi yang viral di media sosial yang menuduhnya mengenakan rompi antipeluru. Ia menegaskan, yang dipakainya adalah tactical vest, dan narasi yang beredar tersebut adalah informasi yang keliru.

“Sangat tidak benar dan disinformasi. Jadi, distorsi informasi yang terjadi, dibilang anti peluru atau pelampung, salah besar,” kata Verrell.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa tactical vest tersebut merupakan hadiah dari temannya yang bertugas di Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut (AL).

Menurut Verrell, penggunaan rompi jenis ini juga sudah lazim diterapkan dalam kegiatan peninjauan di lapangan.

“Rompi tersebut bukan rompi anti peluru, melainkan tactical vest yang umum dipakai di kegiatan lapangan. Itu merupakan hadiah dari rekan AL kepada saya. Umum digunakan untuk peninjauan lapangan,” jelas Verrell Bramasta.

Diketahui, musibah banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat telah menimbulkan kerugian jiwa yang signifikan. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per hari Selasa 2 Desember sore mencatat total korban tewas di tiga provinsi terdampak bertambah menjadi 712 orang.

Selain itu, berdasarkan data yang dipublikasikan di situs resmi BNPB, tercatat ada 507 orang yang masih dinyatakan hilang. Rinciannya, Aceh mencatat 218 korban meninggal dan 227 hilang; Sumatra Utara 301 meninggal dan 163 hilang; sementara Sumatra Barat 193 meninggal dan 117 hilang. *

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca