Update Korban Tewas Banjir Bandang dan Longsor di Sumut: 307 Jiwa Melayang, 167 Masih Hilang

news.fin.co.id - 04/12/2025, 10:30 WIB

Update Korban Tewas Banjir Bandang dan Longsor di Sumut: 307 Jiwa Melayang, 167 Masih Hilang

Jumlah korban meninggal akibat banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera kembali bertambah

Intinya: 

  • Korban tewas bencana di Sumut mencapai 307 orang, dengan 167 orang masih dinyatakan hilang.
  • Sebanyak 41.952 orang mengungsi dari 10 kabupaten/kota yang terdampak parah.
  • Gubernur Sumut memprioritaskan perbaikan dan pembukaan jalur utama yang terisolasi lumpur

Selain korban jiwa, tercatat ada 646 orang yang mengalami luka-luka akibat bencana ini, tersebar di lima kabupaten/kota. Angka terbanyak di Tapanuli Tengah (521 orang), Tapanuli Selatan (70), Sibolga (45), Humbang Hasudutan (tujuh), dan Tapanuli Utara (tiga).


Advertisement

fin.co.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Utara melaporkan data sementara korban tewas akibat bencana banjir bandang dan tanah longsor di wilayah tersebut telah mencapai angka mengejutkan, yaitu 307 orang.

Tidak hanya itu, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Dinas Komunikasi dan Informasi Provinsi Sumut, Porman Mahulae, menyebutkan bahwa masih ada 167 orang yang dinyatakan hilang.

"Data sementara BPBD Sumut hari ini. Untuk jumlah korban meninggal 307 orang, dan hilang 167 orang," ucap Porman Mahulae di Medan, Rabu 3 Desember 2025.

Jumlah korban tewas sebanyak 307 orang itu tersebar dari 11 kabupaten/kota di Sumut, dengan angka tertinggi di Tapanuli Tengah (86 orang), Tapanuli Selatan (81 orang), dan Sibolga (52 orang). Disusul Tapanuli Utara (34), Deli Serdang (17), Medan (12), Langkat (11), Humbang Hasudutan (sembilan), Pakpak Bharat (dua), Nias (satu), dan Padangsidempuan (satu).

Sementara itu, 167 korban yang masih hilang berasal dari lima kabupaten/kota di Sumatera Utara. Porman merinci, "Ada Tapanuli Tengah 112 orang, Tapanuli Selatan 33 orang, Tapanuli Utara 14 orang, Sibolga tujuh orang, dan Humbang Hasudutan satu orang."

Selain korban jiwa, tercatat ada 646 orang yang mengalami luka-luka akibat bencana ini, tersebar di lima kabupaten/kota. Angka terbanyak di Tapanuli Tengah (521 orang), Tapanuli Selatan (70), Sibolga (45), Humbang Hasudutan (tujuh), dan Tapanuli Utara (tiga).

BPBD Provinsi Sumut menyatakan total bencana banjir melanda 17 kabupaten/kota. Daerah-daerah tersebut antara lain Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Sibolga, Humbang Hasudutan, Padangsidempuan, Pakpak Bharat, Mandailing Natal, Medan, Binjai, Langkat, Deli Serdang, Nias, Tebing Tinggi, Serdang Bedagai, Asahan, dan Batu Bara.

Dampak masif ini juga memaksa warga mengungsi. "Total jumlah pengungsi 10.862 kepala keluarga atau 41.952 orang pada 10 kabupaten/kota di Sumut," papar Porman Mahulae.

Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, memastikan pihaknya terus bekerja keras membuka akses ke lokasi-lokasi bencana utama guna mendistribusikan bantuan. Langkah ini penting agar seluruh bantuan dapat menjangkau daerah-daerah yang terisolasi akibat banjir bandang dan tanah longsor.

"Semuanya benar-benar berupaya memperbaiki jalur-jalur utama, baik yang masuk ke Tapteng (Tapanuli Tengah), dan yang di dalam Tapteng. Kalau masih ada tumpukan lumpur ini akan jadi prioritas," jelas Bobby saat mendampingi Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman di Gudang Bulog Tapanuli Tengah.

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca