fin.co.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, memberikan tanggapan tegas atas saran yang dilontarkan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhaimin Iskandar atau Cak Imin.
Saran tersebut terkait bencana banjir dan longsor di Sumatera yang menelan ratusan korban jiwa, di mana Cak Imin menyarankan Bahlil untuk melakukan taubat nasuha.
Menanggapi hal itu, Bahlil membalikkan pernyataan tersebut, menegaskan bahwa tidak hanya dirinya, tetapi semua menteri juga perlu melakukan hal yang sama, termasuk Cak Imin.
“Kalau pertobatan nasuha, Cak Imin juga pertobatan nasuha-lah, semuanya ya. Oke ya? Semua kita semua harus apa ya… ya evaluasi diri, ya,” kata Bahlil, Kamis 4 November 2025.
Ketua umum Partai Golkar tersebut melanjutkan penjelasannya dengan menyatakan bahwa dalam kabinet, ia hanya tunduk pada satu komando, yaitu dari Presiden.
“Kalau saya kan, presiden saya kan Pak Presiden Prabowo. Yang bisa di kabinet, yang bisa perintah saya Pak Presiden Prabowo,” ujarnya.
Saat ini, Bahlil menegaskan fokusnya adalah menuntaskan tugas yang diamanatkan Presiden, khususnya dalam penanganan bencana yang sedang terjadi di Sumatera.
“Dan saya fokus untuk menjalankan urusan rakyat dan apa yang diperintahkan oleh Bapak Presiden. Saya lagi urus-urusan di lokasi bencana,” imbuhnya.
Sebelumnya Menko PM Muhaimin Iskandar mengirimkan surat resmi kepada tiga menteri, yakni Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), serta Menteri Kehutanan, untuk meminta dilakukan evaluasi total terhadap kebijakan dan penanganan lingkungan hidup.
Langkah tersebut diambil setelah bencana alam terus berulang di berbagai wilayah di Sumatera. Muhaimin, yang akrab disapa Cak Imin, menyoroti maraknya bencana yang muncul hampir setiap tahun. Ia menilai frekuensi kejadian ini menunjukkan perlunya koreksi menyeluruh dari pemerintah.
"Hari ini saya berkirim surat ke Menteri Kehutanan (Raja Juli Antoni), ke Menteri ESDM (Bahlil Lahadalia), ke Menteri Lingkungan Hidup (Hanif Faisol Nurofiq) untuk bersama-sama evaluasi total seluruh kebijakan dan langkah-langkah kita, sebagai wujud komitmen dan kesungguhan kita sebagai pemerintah," ujar Cak Imin.
Cak Imin menyebut evaluasi ini sebagai bentuk taubatan nasuha, atau upaya perbaikan besar-besaran yang dilakukan dengan kesungguhan penuh.
"Bahasa NU-nya, taubatan nasuhah. Taubatan nasuhah itu kuncinya satu, evaluasi total policy semua aspek dari sejak kita berpikir melangkah dan berbuat. Kiamat bukan sudah dekat, kiamat sudah terjadi akibat kelalaian kita sendiri," kata Cak Imin.
Ia juga menyinggung kunjungannya ke Sukabumi beberapa hari sebelumnya, di mana ia melihat langsung sejumlah titik rawan longsor di berbagai lokasi.
Menurut Cak Imin, evaluasi besar ini diharapkan menjadi momentum perbaikan serius pemerintah secara bersama-sama dalam menghadapi ancaman bencana serta memperbaiki kondisi lingkungan yang semakin kritis. *
Diminta Taubat Nasuha oleh Cak Imin, Bahlil: Yang Bisa Perintah Saya Hanya Pak Presiden
news.fin.co.id - 05/12/2025, 08:00 WIB
Tim Redaksi
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjawab pertanyaan wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (3/11/2025). ANTARA/Fathur Rochman