KemenP2MI Genjot Persiapan 500 Ribu PMI Terampil Sesuai Arahan Presiden Prabowo

news.fin.co.id - 05/12/2025, 15:29 WIB

KemenP2MI Genjot Persiapan 500 Ribu PMI Terampil Sesuai Arahan Presiden Prabowo

Dirjen Penempatan Kementerian P2MI Ahnas.

fin.co.id - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KemenP2MI) terus memperkuat langkah dalam menyiapkan tenaga kerja migran Indonesia yang kompeten dan siap bersaing di pasar global. Upaya ini merupakan tindak lanjut atas instruksi Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan penempatan 500 ribu pekerja migran terampil ke berbagai negara tujuan.

"Target ini terdiri dari 300 ribu lulusan SMK dan 200 ribu masyarakat umum dengan beberapa negara yang menjadi sasaran penempatan di luar negeri," ujar Dirjen Penempatan Kementerian P2MI Ahnas, Jumat, 5 Desember 2025.

Ahnas menekankan bahwa seluruh pekerja migran akan mendapatkan pelindungan maksimal di setiap tahapan, mulai dari proses pemberangkatan hingga kembali ke tanah air.

"Salah satu fokus utama Presiden adalah peningkatan signifikan penempatan tenaga terampil Indonesia ke luar negeri, sekaligus memastikan mereka bekerja melalui jalur resmi dengan pelindungan yang menyeluruh," ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa permintaan global terhadap tenaga kesehatan dalam beberapa tahun terakhir meningkat pesat. Banyak negara maju tengah menghadapi aging population serta kekurangan tenaga perawat, mendorong kebutuhan terhadap caregiver dan tenaga kesehatan migran.

"Ini momentum besar bagi para lulusan perawat Indonesia. Dunia membutuhkan mereka. Data SIP2MI menunjukkan sejumlah jabatan yang paling diminati antara lain caregiver, nurse, domestic worker, plantation worker, dan pekerjaan rumah tangga profesional," ujarnya.

Selain tingginya kebutuhan tenaga kerja, besarnya potensi penghasilan juga menjadi faktor yang membuat profesi Pekerja Migran Indonesia semakin diminati.

"Indonesia tengah berada dalam masa bonus demografi dengan jumlah penduduk usia produktif yang mencapai lebih dari 183 juta jiwa. Kondisi ini menjadi peluang besar bagi pemerintah untuk mendorong penyerapan tenaga kerja ke luar negeri, khususnya di sektor-sektor yang permintaannya terus meningkat," jelasnya.

(Candra Pratama)

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID