Nasional . 07/12/2025, 21:44 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id – Direktur Nusantara Parameter Index (NPI), Murmahudi menyampaikan kecaman tegas terhadap pernyataan konten kreator Ferry Irwandi terkait situasi bencana di Sumatera. Ia menilai tudingan Ferry mengenai dugaan pemerkosaan di lokasi bencana serta klaim bahwa negara tidak hadir sangat berbahaya, tidak memiliki dasar kuat, dan dapat memicu kegelisahan masyarakat.
Murmahudi menekankan, peristiwa bencana harus ditangani dengan empati, kewaspadaan, dan rasa tanggung jawab, bukan dijadikan materi konten yang dibumbui narasi provokatif.
“Pernyataan Ferry Irwandi sangat tidak etis dan berbahaya. Mengangkat isu dugaan pemerkosaan tanpa data yang jelas, lalu disebarkan ke publik dalam kondisi psikologis masyarakat yang sedang terpukul akibat bencana, itu bisa menimbulkan trauma baru dan keresahan sosial,” ujar Murmahudi dalam keterangannya, Minggu, 7 Desember 2025.
Ia menyebut konten tersebut menunjukkan rendahnya kepekaan sosial. Informasi sensitif di tengah situasi darurat, kata Murmahudi, harus melalui proses verifikasi yang ketat dan tidak boleh hanya mengandalkan cerita satu pihak atau voice note yang belum terbukti kebenarannya.
“Jika ada dugaan tindak pidana, salurannya adalah aparat penegak hukum, bukan konten media sosial. Ini menyangkut martabat korban, ketertiban umum, dan stabilitas sosial di daerah terdampak,” tegasnya.
Selain itu, dia juga menolak keras narasi yang menyebut negara tidak hadir dalam penanganan bencana di Aceh Tamiang. Menurutnya, klaim tersebut tidak adil dan dapat menggiring pendapat publik ke arah yang keliru.
“Kita bisa berbeda pandangan, tapi jangan menutup mata terhadap fakta bahwa negara melalui BNPB, TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, dan berbagai elemen lainnya sudah bekerja di lapangan. Kritik boleh, tapi harus berbasis data, bukan asumsi yang digiring ke arah politisasi,” jelasnya.
Ia menegaskan, isu kemanusiaan tidak boleh dipelintir untuk kepentingan politik. Menurutnya, bencana seharusnya menjadi momentum penguatan solidaritas, bukan tempat memoles citra atau menyerang pihak tertentu.
“Peran kemanusiaan harus berdiri di atas nilai empati, gotong royong, dan kejujuran. Jangan membawa-bawa unsur politik dalam situasi yang seharusnya mengedepankan solidaritas. Jika terus dibiarkan, ini bisa merusak kepercayaan publik dan memperkeruh kondisi psikologis korban,” katanya.
Murmahudi juga mengingatkan para konten kreator agar lebih berhati-hati dalam memproduksi materi yang berkaitan dengan isu sensitif, terutama yang menyangkut bencana dan kekerasan terhadap perempuan.
“Konten kreator sekarang punya pengaruh besar. Jangan sampai pengaruh itu digunakan secara serampangan. Empati dan akurasi harus menjadi panglima,” pungkasnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media