fin.co.id - Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, kembali menjadi sorotan setelah ditemukan empat bunga bangkai langka jenis Titan Arum di area perkebunan kelapa sawit PT Mustika Sembuluh 3. Tumbuhan raksasa ini berukuran antara 1 hingga 2 meter, dan kehadirannya sukses menghebohkan pekerja kebun maupun warga sekitar.
“Memang benar dan ini merupakan yang kedua kalinya di Kalimantan Tengah. Pertama di Kotawaringin Barat dan yang terbaru ini di wilayah Mustika Sembuluh,” ungkap Muriansyah, Kepala BKSDA Resort Sampit, saat ditemui di Sampit, Senin lalu.
Keempat bunga bangkai yang muncul ini langsung menarik perhatian publik. Warga dan pekerja perkebunan tak segan mendokumentasikan momen langka ini dan membagikannya ke media sosial, membuat sensasi semakin meluas. Bahkan, perusahaan telah mengambil langkah cepat dengan memagari lokasi bunga agar terlindung dari tangan-tangan jahil.
Muriansyah menegaskan, bunga yang ditemukan ini memiliki nama ilmiah Amorphophallus titanum. Meski penemuan empat bunga secara bersamaan terdengar spektakuler, kemunculan Titan Arum di area ini sebenarnya sudah bukan hal baru.
“Menurut pihak perusahaan dan warga, kemunculan bunga langka ini sudah terjadi lima kali dalam 10 tahun terakhir. Tumbuhnya terpisah dan tidak di lokasi yang sama,” jelasnya.
Titan Arum memang memiliki siklus kemunculan yang relatif konsisten, yaitu sekitar dua tahun sekali. Saat fase aktif, bunga ini melepaskan aroma khas bangkai yang kuat, sebagai strategi alami untuk menarik penyerbuk seperti lalat dan kumbang. Keempat Titan Arum yang ditemukan kini berada dalam kondisi sehat dan tegak, menandakan fase aktifnya sedang berlangsung.
Langkah perusahaan untuk memagari area ini diapresiasi oleh BKSDA. Menurut Muriansyah, tindakan tersebut penting karena lokasi bunga mudah dijangkau dan rawan dirusak oleh pengunjung. “Upaya perlindungan awal ini krusial untuk menjaga kelestarian bunga,” tambahnya.
Titan Arum dikenal sebagai salah satu bunga tunggal terbesar di dunia. Tingginya bisa mencapai 2 hingga 3 meter saat mekar penuh. Selain ukurannya yang menakjubkan, bau bangkainya menjadi ciri khas dan memiliki fungsi ekologis penting.
BKSDA juga berencana melakukan observasi lanjutan. Tujuannya memastikan kondisi bunga dan habitatnya tetap terjaga. Jika terkonfirmasi sebagai Amorphophallus titanum, bunga ini termasuk tumbuhan yang dilindungi oleh undang-undang, sehingga perlindungan ekstra menjadi wajib.
Fenomena kemunculan bunga bangkai Titan Arum ini bukan sekadar tontonan menarik. Bagi masyarakat dan pengelola perkebunan, ini menjadi pengingat akan pentingnya menjaga ekosistem dan mematuhi aturan konservasi. Apalagi, bunga langka seperti ini bisa menjadi daya tarik edukatif sekaligus ekowisata jika dikelola dengan tepat. (ANTARA)