fin.co.id - Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang tiga provinsi di Pulau Sumatera, yakni Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar), masih menyisakan duka mendalam.
Hingga Minggu, 7 Desember 2025, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa sejumlah wilayah masih dalam kondisi terisolasi, sementara jumlah korban jiwa telah mencapai 921 orang.
Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam rapat terbatas (ratas) bersama Presiden Prabowo Subianto yang digelar di Lanud Sultan Iskandar Muda, Kabupaten Aceh Besar, Minggu malam.
Dalam pemaparannya, Suharyanto menjelaskan kondisi terkini di masing-masing provinsi terdampak, termasuk daerah-daerah yang masih sulit dijangkau akibat akses jalan yang terputus.
Aceh
Untuk wilayah Provinsi Aceh, Suharyanto melaporkan bahwa dua kabupaten masih tergolong terisolasi akibat dampak banjir bandang dan tanah longsor, yakni:
-
Kabupaten Bener Meriah
-
Kabupaten Aceh Tengah
“Yang pertama untuk Aceh, kami laporkan untuk yang terisolir, daerah yang masih cukup berat, ada dua kabupaten di Aceh ini, adalah Bener Meriah dan Aceh Tengah,” ujar Suharyanto dalam siaran langsung Sekretariat Presiden.
Di dua kabupaten tersebut, ratusan desa terdampak parah:
-
Bener Meriah: 232 desa/gampong terdampak
-
Aceh Tengah: 295 desa di 14 kecamatan terdampak
Meski kondisinya masih berat, BNPB memastikan upaya distribusi bantuan tetap berjalan dengan berbagai cara, termasuk membuka jalur darurat.
Sementara itu, Kabupaten Aceh Tamiang yang sebelumnya juga dilaporkan terisolasi, kini sudah dapat diakses kembali melalui jalur darat, sehingga distribusi bantuan semakin lancar.