Nasional . 08/12/2025, 11:57 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Meski akses darat terputus, BNPB memastikan logistik bantuan terus dijatuhkan melalui jalur udara secara berkala, agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
Tragedi ini mencatatkan angka korban yang sangat besar. Hingga Minggu, 7 Desember 2025, data korban sebagai berikut:
329 orang meninggal dunia
82 orang masih dinyatakan hilang
226 orang meninggal dunia
213 orang hilang
366 orang meninggal dunia
97 orang masih hilang
Total sementara: 921 orang meninggal dunia dan ratusan masih dalam pencarian.
Tim SAR gabungan dari TNI, Polri, BNPB, Basarnas, relawan, serta masyarakat setempat terus melakukan operasi pencarian dan evakuasi, meski terkendala cuaca ekstrem dan medan berat.
Dalam rapat terbatas tersebut, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa keselamatan warga dan kelancaran distribusi bantuan harus menjadi prioritas utama pemerintah. Presiden juga meminta seluruh kementerian dan lembaga terkait untuk:
Mempercepat pembukaan akses jalan
Menambah armada udara untuk distribusi logistik
Memastikan pengungsi mendapat layanan kesehatan dan kebutuhan pokok
Mempercepat pendataan kerusakan dan perencanaan rehabilitasi
BNPB menyatakan bahwa fokus utama saat ini adalah:
Membuka isolasi wilayah terdampak
Menjangkau korban yang masih hilang
Menjamin pasokan makanan, air bersih, dan layanan medis
Menyiapkan langkah rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media