fin.co.id - Sebuah kejadian tak terduga menghebohkan warga Curug, Cimanggis, pada Minggu (7/12/2025). Seorang anak tersangkut di pagar di Jalan Bontang Raya dan tidak mampu melepaskan diri. Situasi itu membuat warga sekitar panik dan segera meminta pertolongan petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok UPT Cimanggis.
Begitu laporan masuk, tiga personel damkar langsung meluncur ke lokasi. Mereka membawa peralatan lengkap seperti tali, linggis, dan APD untuk memastikan proses evakuasi berlangsung aman. Petugas menegaskan bahwa keselamatan anak menjadi prioritas, sehingga seluruh langkah dilakukan secara hati-hati dan terukur.
Sesampainya di lokasi, petugas melihat anak tersebut terjebak cukup dalam pada bagian pagar. Kondisi itu membuat geraknya terbatas dan berpotensi melukai tubuhnya jika ditarik secara paksa. Situasinya memang tidak terlihat ekstrem, tetapi tetap membutuhkan teknik dan alat khusus agar evakuasi tidak memperparah kondisi korban.
Tim damkar segera menilai struktur pagar dan posisi tubuh anak. Mereka tidak ingin mengambil risiko, sehingga langkah awal dimulai dengan mengamankan area di sekitar korban. Petugas kemudian menggunakan linggis untuk sedikit melonggarkan bagian pagar yang menjepit tubuh anak.
Proses ini memakan waktu karena petugas harus memastikan badan korban tidak tersentuh benda tajam. Setiap pergerakan pagar dilakukan secara perlahan sambil terus memantau reaksi anak tersebut. Sementara itu, warga ikut membantu menenangkan anak yang terlihat mulai kelelahan akibat panik.
Setelah beberapa menit bekerja, teralis pagar akhirnya cukup renggang sehingga anak dapat ditarik keluar dengan aman. Petugas segera mengecek kondisinya dan memastikan tidak ada cedera serius.
Menurut keterangan petugas di lokasi, kejadian tersebut bermula ketika anak itu bermain kejar-kejaran bersama teman-temannya di taman sekitar lokasi. Dalam momen iseng, ia mencoba memasukkan badannya ke sela-sela teralis pagar.
Awalnya, ia mengira bisa masuk dan keluar dengan mudah. Namun ternyata badannya tersangkut dan tidak bisa bergerak. Ia pun panik dan mulai berteriak meminta pertolongan. Warga yang mendengar suara tangisnya langsung berusaha membantu, tetapi upaya mereka tidak berhasil sehingga akhirnya memanggil petugas damkar.
Kejadian seperti ini bukan pertama kalinya terjadi. Banyak anak sering kali mencoba hal-hal yang terlihat sepele, namun berpotensi membahayakan diri. Teralis dan pagar yang jaraknya tidak seragam bisa membuat bagian tubuh tertentu tersangkut, terutama ketika anak bergerak panik.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi orang tua maupun warga sekitar bahwa anak-anak membutuhkan pengawasan ekstra, terutama saat mereka bermain di area umum yang memiliki banyak potensi bahaya. Meski terlihat aman, pagar atau teralis bisa menjadi jebakan berbahaya jika digunakan tidak sesuai fungsinya.