Terjebak di Lantai Atas! Fakta Mengerikan di Balik Kebakaran Terra Drone Jakarta

news.fin.co.id - 09/12/2025, 20:31 WIB

Terjebak di Lantai Atas! Fakta Mengerikan di Balik Kebakaran Terra Drone Jakarta

Kebakaran besar melanda gedung kantor Terra Drone di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Selasa, 9 Desember 2025, sekitar pukul 12.43 WIB.

fin.co.id - Kebakaran besar melanda gedung kantor Terra Drone di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Selasa, 9 Desember 2025, sekitar pukul 12.43 WIB. Peristiwa ini menewaskan 22 karyawan dan juga menyebabkan satu petugas pemadam kebakaran mengalami luka saat proses evakuasi.

Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, Bayu Meghantara menjelaskan, petugas membutuhkan waktu sekitar tujuh menit untuk mencapai lokasi kejadian. Api berhasil dikendalikan dan sepenuhnya dipadamkan pada pukul 13.41 WIB.

"Respon time sekitar 7 menit dan dilanjutkan dengan upaya pemadaman. Pemadaman kami berhasil di pukul 13.41," ujarnya.

Korban Diduga Terjebak Asap di Lantai 3 dan 4

Advertisement

Bayu mengungkapkan, kebakaran hanya menghanguskan area lantai dasar gedung, sementara lantai atas tidak tersentuh api. Namun, asap pekat dengan cepat menjalar hingga lantai 3 dan 4, menyebabkan banyak korban ditemukan dalam kondisi meninggal di area tersebut.

"Innalillahi wainnailaihi rojiun, ada 22 orang yang meninggal dunia, 15 wanita dan 7 laki-laki. Seluruhnya adalah karyawan Terra Drone," katanya.

Selain korban meninggal, 19 orang berhasil diselamatkan dari dalam gedung. Proses penyelamatan ini juga menyebabkan seorang anggota damkar mengalami luka lecet di bagian kepala.

Diduga Dipicu Ledakan Baterai Lithium

Kebakaran terjadi bertepatan dengan jam makan siang, saat mayoritas karyawan masih berada di dalam gedung. Informasi awal menunjukkan sekitar 80 pegawai berada di lokasi saat kejadian.

Tim pemadam menemukan upaya pemadaman awal di lokasi menggunakan lima unit APAR. Namun, material yang ada di gedung membuat kebakaran cepat membesar.

Bayu menduga keberadaan baterai lithium turut memperparah kondisi api. "Jenis baterai lithium yang ada di kantor diduga memperburuk kondisi kebakaran. Penyebab ledakan baterai masih dalam penyelidikan," jelasnya.

Evakuasi Terkendala Akses ke Lantai Atas

Bayu juga menuturkan bahwa hambatan utama dalam proses evakuasi adalah sulitnya akses menuju lantai atas gedung.

Advertisement

"Kesulitannya terkait dengan evakuasi dari lantai atas. Jalur akses ke atas membutuhkan energi ekstra sehingga mempengaruhi jumlah korban," ujarnya.

Saat ini, penyidik masih mengumpulkan fakta terkait sumber api, dugaan ledakan baterai lithium, serta sistem keselamatan gedung untuk memastikan penyebab pasti dari insiden tragis tersebut.

Mihardi
Mihardi
Penulis

Penulis FIN.CO.ID