Nasional . 10/12/2025, 19:57 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Hingga hari ini, BNPB mencatat total pengungsi mencapai 894.501 orang yang tersebar di berbagai lokasi pengungsian sementara.
Para pengungsi menempati posko darurat di sekolah, masjid, gedung olahraga, hingga tenda-tenda pengungsian yang dibangun oleh pemerintah dan relawan.
Kebutuhan mendesak seperti makanan siap saji, air bersih, selimut, obat-obatan, hingga layanan kesehatan menjadi prioritas utama.
Abdul Muhari mengungkapkan, lonjakan jumlah pengungsi ini dipengaruhi oleh kondisi cuaca ekstrem yang masih berlangsung di sejumlah wilayah Sumatera.
“Curah hujan tinggi masih terjadi, dan beberapa daerah masih berpotensi terjadi banjir susulan serta longsor,” katanya.
Di Aceh, sejumlah kabupaten masih dikepung banjir dengan ketinggian air bervariasi antara 50 sentimeter hingga lebih dari dua meter.
Akses jalan terputus, jembatan rusak, serta jaringan listrik dan komunikasi sempat lumpuh di beberapa titik.
Sementara di Sumatera Utara, Kabupaten Langkat menjadi salah satu wilayah dengan dampak paling parah.
Longsor di kawasan perbukitan menyebabkan permukiman warga tertimbun, sementara banjir bandang merusak lahan pertanian dan fasilitas umum.
Adapun di Sumatera Barat, daerah Padang Pariaman juga mengalami kerusakan hebat akibat kombinasi banjir dan tanah longsor. Sejumlah rumah hanyut, sementara aktivitas ekonomi warga lumpuh total.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media