Polda Metro Gerak Cepat Dampingi Keluarga Korban Kebakaran Jakpus, Proses Identifikasi Terus Berjalan

news.fin.co.id - 10/12/2025, 14:14 WIB

Polda Metro Gerak Cepat Dampingi Keluarga Korban Kebakaran Jakpus, Proses Identifikasi Terus Berjalan

Polda Metro Jaya beri pendampingan psikologis untuk keluarga korban kebakaran Jakpus di RS Polri demi menjaga stabilitas emosional selama proses identifikasi. Foto: ANTARA/ Humas Polda Metro Jaya.

fin.co.id - Kebakaran ruko di Jakarta Pusat pada Selasa, 09 Desemer 2025 menyisakan duka mendalam. Situasi makin berat karena keluarga korban harus menanti proses identifikasi yang belum rampung. Melihat tekanan emosional yang muncul, Polda Metro Jaya bergerak cepat dengan menerjunkan tim psikologi untuk mendampingi keluarga para korban.

Langkah ini menunjukkan respons nyata kepolisian dalam memastikan keluarga korban tidak menghadapi situasi traumatis tersebut sendirian. Kepala Bagian Psikologi Biro SDM Polda Metro Jaya, AKBP Ida Bagus Gede Adi Putra Yadnya, menegaskan bahwa pendampingan psikologis menjadi prioritas sejak keluarga mulai berdatangan ke RS Polri Kramat Jati.

Menurut Adi Putra, tim psikologi hadir demi memberi dukungan emosional sekaligus memastikan keluarga mendapatkan informasi yang jelas. “Pendampingan dilakukan di RS Polri Kramat Jati sejak para keluarga mulai berdatangan untuk memastikan informasi terkait kondisi anggota keluarga yang menjadi korban,” ujarnya.

10 Psikolog dan Konselor Diterjunkan

Advertisement

Polda Metro Jaya mengerahkan 10 personel yang terdiri dari psikolog dan konselor. Mereka bekerja sama dengan Psikolog RS Polri untuk memberikan psychological first aid (PFA) serta pendampingan intensif di tahap awal penanganan.

Tim ini membantu keluarga agar tetap kuat selama menunggu proses identifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri. Proses identifikasi biasanya memakan waktu dan memerlukan ketenangan emosional, sehingga pendampingan terus dilakukan dari awal hingga akhir.

“Kehadiran tim ini diharapkan dapat membantu keluarga tetap kuat saat menghadapi proses yang memerlukan ketenangan dalam setiap tahapannya,” tutur Adi Putra.

Pendekatan Humanis Jadi Fokus

Emosi keluarga korban cenderung naik turun karena situasi penuh ketidakpastian. Karena itu, proses pendampingan tidak hanya berupa penguatan mental, tetapi juga mencakup komunikasi terapeutik. Cara ini membantu keluarga memahami tahapan identifikasi dengan lebih tenang, tanpa terbawa kecemasan berlebihan.

“Komunikasi yang tepat dan pendampingan sejak awal sangat penting agar keluarga tidak larut dalam kecemasan,” jelas Adi Putra.

Pendampingan berbasis empati dan pendekatan humanis menjadi metode utama tim psikologi. Polda Metro Jaya ingin memastikan setiap keluarga mendapatkan dukungan menyeluruh mulai dari ketenangan, ruang cerita, hingga bantuan stabilisasi emosi.

Tekanan Psikologis Masih Tinggi

Hingga Selasa (9/12), RS Polri sudah menerima 22 kantong jenazah dari lokasi kebakaran. Tim DVI langsung melakukan serangkaian pemeriksaan primer dan sekunder untuk mempercepat proses identifikasi. Pada hari yang sama, mereka memeriksa 11 kantong jenazah dengan dukungan gabungan ahli dari Biddokkes Polri, Polda Metro Jaya, RSCM, dan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI).

Advertisement

Proses identifikasi yang masih berjalan memberikan tekanan mental besar bagi keluarga yang terus menunggu kabar resmi. Setiap penundaan atau ketidakpastian bisa memunculkan ketegangan baru. Karena alasan inilah pendampingan psikologis menjadi sangat penting.

Polda Metro Jamin Dukungan Menyeluruh

Wanda Afifah
Wanda Afifah
Penulis

Penulis FIN.CO.ID