fin.co.id - Bantuan pakaian untuk korban bencana di berbagai wilayah Sumatra belakangan menarik perhatian publik. Bukannya beragam, kiriman yang datang justru didominasi pakaian wanita, terutama daster dan baju rumah. Fenomena ini viral setelah sejumlah unggahan media sosial menampilkan tumpukan daster memenuhi posko bantuan, sementara pakaian pria terlihat hanya segelintir.
Di tengah kondisi darurat, pakaian bersih menjadi kebutuhan utama. Banyak korban kehilangan seluruh barang pribadi akibat banjir dan bencana alam yang melanda beberapa daerah. Namun, ketimpangan jenis pakaian membuat situasi di lapangan cukup unik sekaligus memprihatinkan. Beberapa pria akhirnya terpaksa menggunakan daster agar tetap bisa beraktivitas di pengungsian.
Unggahan di media sosial memperlihatkan betapa dominannya pakaian wanita dalam proses distribusi bantuan. Kiriman dari berbagai wilayah yang berniat membantu ternyata tidak memperhitungkan kebutuhan pakaian berdasarkan gender dan usia.
Daster memang praktis dan murah, sehingga banyak orang memilih mengirimnya. Tapi di lokasi bencana, bantuan yang tidak proporsional justru memicu masalah baru. Para relawan menyebut, stok baju wanita melimpah, sementara pakaian pria seperti kaos, celana panjang, atau celana pendek sangat minim.
Akibatnya, sebagian korban pria yang sudah kehabisan opsi pakaian terpaksa mengenakan daster. Bukan karena mereka ingin tampil unik, tetapi karena itu satu-satunya pilihan yang tersedia untuk menjaga tubuh tetap kering dan bersih.
Fenomena ini menyimpan pelajaran penting. Kepedulian masyarakat memang luar biasa, tetapi koordinasi tetap memegang peran besar agar bantuan lebih tepat sasaran.
Saat bencana terjadi, masyarakat perlu mempertimbangkan kebutuhan yang lebih mendasar dan beragam. Relawan juga bisa memberikan daftar prioritas agar donatur punya gambaran yang jelas.
Dengan bantuan yang terarah, korban bencana dapat menjalani masa pemulihan dengan lebih nyaman, tanpa harus mengalami situasi serba keterbatasan seperti memakai pakaian yang tidak sesuai dengan kebutuhan mereka.