fin.co.id - Kapolda Jawa Barat, Irjen Rudi Setiawan memastikan lebih dari seribu personel gabungan dikerahkan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan di kawasan Puncak, Bogor, jelang libur Natal dan Tahun Baru.
"Mengenai pengamanan di kawasan Puncak, yang merupakan wilayah Kabupaten Bogor, saya sudah bertemu dengan Bapak Kapolres Kabupaten dan mendapat penjelasan strateginya," ungkap Irjen Rudi di PosPAM Baranangsiang, Kota Bogor.
Salah satu fokus utama pengamanan, yakni menertibkan praktik joki jalur alternatif yang kerap memperburuk kemacetan.
"Kami menaruh perhatian pada masalah joki-joki yang mengantar pengguna jalan masuk ke dalam (jalur alternatif), sehingga menimbulkan kemacetan. Kami akan menutup dan mengendalikan praktik ini," jelasnya.
Menurut Rudi, para joki yang biasa menawarkan jasa pengantar untuk masuk jalur alternatif tidak akan lagi dibiarkan beroperasi.
Bahkan, polisi berencana merekrut mereka sebagai sukarelawan pengatur arus lalu lintas agar situasi di lapangan lebih terkendali. Di saat bersamaan, beberapa jalur alternatif yang rawan dijadikan lokasi "operasi" joki juga akan ditutup.
"Kami bahkan merekrut teman-teman joki tersebut untuk diberikan seragam dan tanda, sebagai satuan sukarelawan polisi lalu lintas, agar mereka membantu mengarahkan. Beberapa jalur crossing yang sering digunakan juga akan ditutup untuk pengendalian," ucapnya.
Selain penertiban joki, polisi tetap menerapkan rekayasa lalu lintas seperti sistem satu arah atau one way di Jalan Raya Puncak. Rudi menyebut ribuan personel telah disiagakan untuk memastikan seluruh rangkaian pengamanan selama momen Nataru berjalan lancar dan aman.
"Kami akan menerapkan sistem buka-tutup dan sudah dihitung volume kendaraan yang masuk ke areal Puncak hingga Ciawi. Ketika kapasitas penuh, jalur akan ditutup dan dilakukan one way. Total personel yang dikerahkan, ada sekitar enam ratusan dari kepolisian, ditambah rekan-rekan stakeholder lain sehingga totalnya sekitar seribuan," tutupnya.