Fakta lainnya yang terungkap dari pemeriksaan awal adalah bahwa pengemudi yang membawa mobil tersebut merupakan sopir pengganti. Sopir utama dikabarkan sedang sakit sehingga tidak dapat menjalankan tugas.
“Sopir pengganti iya, sopir utamanya sakit. Udah dua kali dia (menggantikan), ini yang kedua,” jelas Kapolsek.
Adapun identitas sopir dan kernet yang berada di dalam kendaraan saat insiden adalah AI (sopir) dan MRR (kernet). Keduanya kini sedang menjalani pemeriksaan lanjutan untuk menguatkan kronologi dan penyebab pasti kecelakaan.
Mobil Sempat Berhenti Sebelum Melaju Kencang
Polisi juga mengamankan rekaman CCTV yang merekam detik-detik sebelum kecelakaan terjadi. Dalam video tersebut, mobil MBG terlihat sempat berhenti di depan gerbang sekolah.
Tidak lama kemudian, kendaraan mendadak melaju cepat ke arah kerumunan siswa yang berada di halaman.
Pergerakan mendadak inilah yang diduga terjadi sesaat setelah sopir salah menekan pedal.
21 Korban Luka, Polisi Lakukan Olah TKP Mendalam
Insiden memilukan ini menyebabkan 21 siswa mengalami luka-luka, meskipun tidak ada laporan korban jiwa hingga berita ini diturunkan. Para korban dilaporkan telah mendapatkan perawatan medis di fasilitas kesehatan terdekat.
Polisi masih terus melakukan serangkaian olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), termasuk memeriksa kondisi rem kendaraan, memeriksa pedal gas dan rem, hingga mengecek kemungkinan adanya malfungsi mekanis.
Pihak kepolisian juga akan melakukan uji keahlian berkendara terhadap sopir serta memeriksa SOP yang diberlakukan bagi pengemudi kendaraan program MBG.
Mobil Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan armada yang ditugaskan mengantar makanan bagi siswa sekolah. Setelah insiden ini, masyarakat meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap:
-
kelayakan armada,
-
pelatihan sopir,
-
serta prosedur keamanan distribusi makanan.
Pemerintah daerah Jakarta Utara juga disebut tengah menunggu hasil investigasi lengkap untuk menentukan langkah selanjutnya.