fin.co.id - Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menyambangi guru dan siswa yang menjadi korban kecelakaan mobil pengangkut Makanan Bergizi Nasional (MBG) di RSUD Koja, Jakarta Utara, Kamis, 11 Desember 2025. Kehadirannya menunjukkan keterlibatan langsung pemerintah pusat terhadap insiden yang menjadi sorotan publik tersebut.
Menurut pantauan Disway di lokasi bersama Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana.
Setibanya di RSUD Koja, Gibran langsung menuju ruang perawatan intensif (PICU) untuk melihat kondisi seorang siswa yang mengalami cedera berat di bagian rahang dan wajah serta kehilangan 18 gigi akibat tabrakan tersebut.
Kunjungan itu berlangsung singkat, diperkirakan sekitar 15–20 menit. Selama berada di dalam rumah sakit, Gibran terlihat berbincang singkat dengan keluarga korban dan tenaga kesehatan untuk memastikan penanganan yang diberikan telah optimal.
Berbeda dengan Rano Karno yang sebelumnya memberi pernyataan tegas mengenai pembiayaan perawatan dan proses investigasi, Wapres Gibran tidak menyampaikan komentar apa pun kepada media.
Saat meninggalkan RSUD Koja, Gibran hanya membalas dengan anggukan dan lambaian tangan, tanpa menjelaskan kondisi korban, perkembangan proses hukum, maupun komitmen tanggung jawab pemerintah. Padahal wartawan suda menunggunya.
Sikap bungkam tersebut menimbulkan beragam interpretasi dari publik dan media, meski kehadirannya tetap dianggap sebagai bentuk empati dari pemerintah pusat.
Walaupun tidak memberikan keterangan resmi, kedatangan Gibran bersama Kepala BGN menunjukkan bahwa pemerintah telah mengikuti perkembangan kasus kecelakaan yang melibatkan kendaraan operasional BGN itu.
Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, memastikan biaya perawatan korban di RSUD Koja akan ditanggung oleh Pemprov DKI Jakarta bersama Jasa Raharja. Polda Metro Jaya juga telah membuka posko trauma healing bagi korban luka berat, baik secara fisik maupun psikologis.
Hingga kini, polisi masih memburu sopir pengganti kendaraan BGN yang melarikan diri. Dadan Hindayana sebelumnya menjelaskan bahwa sopir tersebut menggantikan pengemudi utama yang sedang sakit.
(Hasyim Ashari)