Bikin Merinding! Semua Bukit di Lombok Tiba-Tiba "Muntahkan" Air Terjun

news.fin.co.id - 12/12/2025, 14:23 WIB

Bikin Merinding! Semua Bukit di Lombok Tiba-Tiba

Fenomena air terjun dadakan di Lombok bikin warga panik. Foto: Tangkapan Layar TikTok @hanyaaaaja_.

fin.co.id - Warga di sekitar Bukit Sembulan, Lombok, sempat menikmati pemandangan memesona ketika air tiba-tiba mengalir dari hampir seluruh perbukitan. Fenomena yang terlihat seperti air terjun dadakan itu sekilas memang tampak indah. Namun di balik keindahannya, situasi ini justru memicu kepanikan warga.

Video yang diunggah akun @hanyaaaaja_menunjukkan derasnya aliran air yang mengucur dari berbagai sisi bukit. Bukan hanya satu titik, melainkan seolah seluruh perbukitan berubah menjadi air terjun raksasa. Warga yang awalnya kagum langsung waspada karena debit air sungai di bawahnya ikut meningkat cepat.

Situasinya makin mengkhawatirkan ketika luapan air itu sampai ke area persawahan warga. Alirannya tidak sekadar membasahi tanah, tapi benar-benar menggenangi lahan produktif mereka.

Ketua Komunitas Pemerhati Lingkungan Hidup (KPLH) Sembalun, Rijalul Fikri, angkat bicara soal fenomena ini. Ia menegaskan bahwa kejadian tersebut bukan murni kejutan alam, melainkan akibat maraknya alih fungsi lahan di sekitar Bukit Sembulan.

Advertisement

Menurut Rijalul, perubahan fungsi lahan membuat area yang seharusnya menyerap air kini tidak mampu menahan curah hujan yang tinggi. Tanah yang berfungsi sebagai resapan sudah berkurang, sehingga air langsung turun deras tanpa kendali.

Dampaknya bukan hanya visual dramatis berupa air terjun dadakan, tapi juga munculnya potensi banjir dadakan di wilayah sekitarnya. Rijalul menyebutkan bahwa sekitar tiga hektare sawah warga terendam akibat luapan air tersebut. Kerugian itu tentu tidak kecil, apalagi bagi petani yang tengah menunggu masa panen.

Fenomena alam semacam ini sering menjadi tontonan, tetapi warga setempat merasakan dampak langsungnya. Air yang mengalir deras memperbesar debit sungai dalam waktu singkat. Ketika sungai meluap, alirannya tidak bisa dikendalikan dan langsung menuju lahan pertanian.

Bagi petani, tiga hektare sawah yang terendam bukan hanya kehilangan tanaman, tetapi juga kehilangan waktu, tenaga, serta biaya yang sudah mereka keluarkan dari awal masa tanam. Kondisi ini menambah tekanan ekonomi bagi masyarakat yang bergantung pada hasil pertanian.

Selain itu, kejadian tersebut memunculkan kekhawatiran jangka panjang. Warga mulai mempertanyakan apakah fenomena ini akan menjadi “normal baru” setiap musim hujan, mengingat alih fungsi lahan terus terjadi.

Di media sosial, video air terjun dadakan ini memang menarik perhatian. Banyak pengguna mengagumi pemandangannya yang dramatis. Namun, warga lokal justru meminta perhatian serius.

Fenomena yang terlihat indah dari jauh ternyata menyimpan ancaman ketika terjadi tanpa kendali. Air yang tidak terserap tanah hanya butuh waktu beberapa menit untuk berubah menjadi banjir lokal. Jika dibiarkan, perubahan lanskap ini bisa memperbesar risiko bencana alam di kemudian hari.

Wanda Afifah
Wanda Afifah
Penulis

Penulis FIN.CO.ID