Lebih dari Tiga Juta Warga Portugal Lakukan Mogok Nasional Tolak Reformasi Ketenagakerjaan

news.fin.co.id - 12/12/2025, 10:56 WIB

Lebih dari Tiga Juta Warga Portugal Lakukan Mogok Nasional Tolak Reformasi Ketenagakerjaan

Bendera Portugal (ai)

fin.co.id - Aksi mogok nasional dalam skala besar kembali mengguncang Portugal pada Kamis, ketika lebih dari tiga juta warga turun tangan menghentikan aktivitas mereka. Ini menjadi pemogokan terbesar dalam 12 tahun terakhir, sebagai bentuk penolakan terhadap rencana perubahan undang-undang ketenagakerjaan.

Mengutip laporan Europa Press, aksi tersebut diprakarsai oleh sejumlah serikat pekerja besar, termasuk General Union of Workers dan General Confederation of Portuguese Workers. Keduanya menolak rencana pemerintahan Perdana Menteri Luis Montenegro yang sedang mendorong reformasi Kode Ketenagakerjaan.

Pemerintah tengah mengusulkan revisi hampir seratus pasal dalam aturan ketenagakerjaan—serangkaian regulasi yang mengatur hubungan kerja serta hak dan kewajiban pekerja dan pemberi kerja. Paket perubahan itu mencakup penyederhanaan proses pemutusan hubungan kerja (PHK) hingga perluasan mekanisme kerja sementara.

Serikat pekerja menilai langkah tersebut berpotensi melemahkan perlindungan buruh, memperbesar ketidakpastian dalam dunia kerja, serta mengurangi ruang gerak serikat.

Advertisement

Aksi mogok nasional terakhir dengan skala serupa terjadi pada 2013, ketika publik menentang kebijakan penghematan yang diberlakukan pemerintah atas desakan pemberi pinjaman internasional—Komisi Eropa, Bank Sentral Eropa, dan Dana Moneter Internasional—sebagai bagian syarat bantuan saat krisis utang.

Menurut pernyataan serikat, mobilisasi besar kali ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran pekerja terhadap arah kebijakan pemerintah, sementara pembicaraan antara kabinet Montenegro dan perwakilan buruh masih belum menunjukkan titik temu. *

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Penulis FIN.CO.ID