Setiap jabatan akan memiliki nilai harga jabatan yang ditentukan berdasarkan:
-
Beban kerja
-
Kompleksitas tugas
-
Tanggung jawab
-
Risiko jabatan
Semakin tinggi nilai jabatan, semakin besar pula penghasilan yang diterima, tanpa terikat pada golongan tradisional.
Perbedaan Sistem Gaji ASN Lama dan Gaji Tunggal
Untuk memahami dampaknya, penting melihat perbedaan mendasar antara sistem lama dan sistem gaji tunggal.
Sistem Gaji ASN Saat Ini
Mengacu pada PP Nomor 15 Tahun 2019 dan aturan turunannya, penghasilan ASN terdiri dari:
-
Gaji Pokok (berdasarkan golongan dan masa kerja/MKG)
-
Tunjangan Melekat:
-
Tunjangan suami/istri
-
Tunjangan anak
-
Tunjangan makan
-
Tunjangan beras
-
-
Tunjangan Jabatan
-
Tunjangan Kinerja (Tukin)
Masalahnya, besaran Tukin sangat berbeda antar instansi.
ASN dengan golongan dan jabatan sama bisa memiliki take home pay yang jauh berbeda, tergantung di mana mereka bekerja.
Sistem Gaji Tunggal ASN
Dalam sistem baru:
-
Semua komponen digabung menjadi satu penghasilan bulanan
-
Tidak ada lagi pemisahan gaji pokok dan tunjangan
-
Struktur gaji menjadi lebih sederhana dan transparan
-
Perbedaan penghasilan lebih mencerminkan nilai jabatan dan kinerja, bukan lokasi instansi
Tujuan Penerapan Gaji Tunggal ASN
Menurut Rini, gaji tunggal tidak semata soal angka penghasilan. Pemerintah ingin menghadirkan sistem penghargaan ASN yang lebih komprehensif.