Gunung Semeru Masih Aktif, 40 Kali Letusan Tercatat dalam 6 Jam Terakhir

news.fin.co.id - 14/12/2025, 14:24 WIB

Gunung Semeru Masih Aktif, 40 Kali Letusan Tercatat dalam 6 Jam Terakhir

Gunung Semeru catat puluhan gempa letusan, PVMBG imbau warga hindari radius bahaya hingga 17 km. Foto: ANTARA.

fin.co.id - Gunung Semeru di Jawa Timur masih menunjukkan aktivitas vulkanik yang tinggi. Gunung dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut ini berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, menjadi sorotan akibat gelombang gempa letusan yang terus tercatat.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian, melaporkan bahwa pada Minggu pagi, periode pengamatan enam jam terakhir pukul 06.00-12.00 WIB, tercatat 40 kali gempa letusan dengan amplitudo 10-22 mm. Lama gempa bervariasi antara 66 hingga 173 detik. Selain itu, Semeru juga mengalami tiga kali gempa embusan dengan amplitudo 4-8 mm serta dua kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 15 mm.

Pengamatan visual menunjukkan kondisi Gunung Semeru tertutup kabut, sehingga asap kawah tidak terlihat. Cuaca berkisar dari cerah hingga mendung dengan angin lemah bertiup ke arah utara dan timur laut.

Sebelumnya, pada periode pengamatan pukul 00.00-06.00 WIB, gunung ini mencatat 43 kali gempa letusan dengan amplitudo 10-23 mm. Selain itu, tercatat empat kali gempa guguran dengan amplitudo 2-8 mm dan delapan kali gempa embusan dengan amplitudo 3-8 mm. Data ini menegaskan bahwa aktivitas vulkanik Semeru masih cukup tinggi dan memerlukan kewaspadaan serius.

Advertisement

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan status Gunung Semeru pada Level III atau Siaga. Dengan status ini, sejumlah rekomendasi penting disampaikan untuk mencegah risiko bencana bagi masyarakat di sekitar gunung.

Pertama, PVMBG menegaskan agar tidak ada aktivitas apapun di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan sejauh 13 km dari puncak. Area ini termasuk zona paling berbahaya karena potensi awan panas guguran dan lahar sangat tinggi.

Selain itu, warga diminta untuk menjaga jarak aman minimal 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Hal ini dikarenakan aliran lahar dan perluasan awan panas dapat mencapai jarak hingga 17 km dari puncak. Radius aman 5 km dari kawah juga diberlakukan untuk mencegah bahaya lontaran batu pijar.

PVMBG menekankan kewaspadaan terhadap potensi awan panas guguran (APG), guguran lava, dan aliran lahar di sepanjang lembah dan sungai yang berhulu di puncak Gunung Semeru. Sungai-sungai utama yang perlu diperhatikan antara lain Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Bahkan, anak-anak sungai dari Besuk Kobokan juga berpotensi dilalui aliran lahar, sehingga warga harus tetap waspada.

Situasi ini menjadi peringatan bagi masyarakat dan wisatawan untuk tidak meremehkan potensi bahaya. Aktivitas Gunung Semeru yang terus memproduksi gempa letusan dan embusan menegaskan bahwa gunung ini masih sangat aktif. Masyarakat yang tinggal di sekitar lereng gunung harus selalu mengikuti informasi resmi dari PVMBG, termasuk peringatan dini dan pembaruan status gunung api.

Selain itu, pihak berwenang juga terus memantau kondisi cuaca dan arah angin karena dapat memengaruhi penyebaran abu vulkanik dan potensi bahaya awan panas. Kombinasi pengamatan gempa, visual, dan kondisi cuaca membantu PVMBG menentukan rekomendasi evakuasi atau pembatasan aktivitas di area rawan.

Dengan catatan ini, kewaspadaan masyarakat menjadi kunci utama untuk mengurangi risiko bencana. Meski jarak aman telah ditentukan, warga tetap disarankan mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan awan panas dan lahar yang bergerak cepat, serta mengikuti instruksi resmi pemerintah daerah dan PVMBG. (ANTARA)

Wanda Afifah
Wanda Afifah
Penulis

Penulis FIN.CO.ID