Nasional . 15/12/2025, 17:34 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
UNDP diharapkan fokus pada pemulihan infrastruktur, pembangunan kembali fasilitas publik, serta penguatan ketahanan wilayah terhadap bencana.
UNICEF diharapkan berperan dalam perlindungan anak, pemenuhan kebutuhan dasar anak-anak pengungsi, layanan kesehatan, pendidikan darurat, serta dukungan psikososial.
Anak-anak menjadi kelompok paling rentan dalam situasi bencana berkepanjangan, terutama mereka yang kehilangan akses sekolah dan tempat tinggal.
Hingga saat ini, penanganan darurat di Aceh telah mendapat dukungan luas dari berbagai pihak. Tercatat 77 lembaga dan 1.960 relawan telah terdaftar dalam desk relawan BNPB untuk membantu pemulihan Aceh.
Relawan tersebut berasal dari organisasi non-pemerintah lokal, nasional, hingga internasional. Sejumlah lembaga yang sudah aktif di lapangan antara lain:
Save The Children
Islamic Relief
ABF
FKKMK UGM
Baznas
EMT AHS UGM
Yayasan Geutanyoe
dan berbagai organisasi kemanusiaan lainnya
“Besar kemungkinan keterlibatan lembaga dan relawan akan terus bertambah,” ujar Muhammad MTA.
Atas nama masyarakat Aceh dan para korban bencana, Pemerintah Aceh menyampaikan apresiasi mendalam terhadap seluruh pihak yang telah memberikan bantuan, baik tenaga, logistik, maupun dukungan dana.
“Gubernur Aceh sangat berterima kasih atas niat baik dan kontribusi yang sedang mereka berikan demi pemulihan Aceh ini,” tutup Muhammad MTA.
Ke depan, Pemerintah Aceh berharap dukungan internasional dan nasional dapat mempercepat proses pemulihan, mengembalikan fungsi layanan publik, serta membantu masyarakat bangkit dari bencana yang meninggalkan luka mendalam ini.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media