fin.co.id - Sebuah video singkat mendadak menyita perhatian publik di media sosial. Rekaman itu memperlihatkan seorang pria paruh baya nekat menghadang mobil Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Aksinya berlangsung cepat, namun pesan yang ia sampaikan langsung memantik reaksi luas dari warganet.
Peristiwa ini terjadi saat Presiden Prabowo melintas di Jalan Tengku Amir Hamzah, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, pada Sabtu, 13 Desember 2025. Dalam video yang beredar, pria tersebut berdiri di tengah jalan dan berusaha menghentikan iring-iringan kendaraan presiden.
Momen ini langsung viral. Banyak pengguna media sosial membagikan ulang video tersebut, lengkap dengan beragam komentar. Sebagian publik menyoroti keberanian pria itu, sementara yang lain menyoroti isi teriakannya yang terdengar sangat emosional.
Dalam rekaman yang beredar luas, pria paruh baya itu terdengar menyampaikan kalimat yang cukup keras dan jelas. Ia mengaku memilih Prabowo dan meminta bantuan secara langsung.
“Saya memilih bapak, tolong bapak bantu kami di sini, tidak becus aparaturnya semuanya,” ucap pria tersebut dalam video.
Kalimat itu menjadi potongan paling banyak dikutip warganet. Banyak yang menilai ucapan tersebut mencerminkan kekecewaan mendalam terhadap kondisi di daerahnya. Tanpa perlu narasi panjang, pesan itu langsung sampai ke publik.
Gaya penyampaian yang spontan dan lugas membuat video ini cepat menyebar. Dalam hitungan jam, unggahan tersebut muncul di berbagai platform media sosial dan grup percakapan.
Situasi di lokasi tidak berlangsung lama. Petugas Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) segera bertindak. Mereka meminggirkan pria tersebut demi menjaga keamanan Presiden dan kelancaran iring-iringan kendaraan.
Tindakan pengamanan itu terlihat jelas dalam video. Petugas bergerak cepat tanpa menimbulkan keributan tambahan. Mobil Presiden Prabowo kemudian kembali melanjutkan perjalanan.
Meski singkat, momen ini meninggalkan kesan kuat. Publik melihat langsung bagaimana protokol keamanan berjalan di lapangan, sekaligus menangkap pesan protes yang terlontar secara spontan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa satu momen singkat bisa berdampak besar ketika terekam kamera dan tersebar luas. Publik pun terus menanti bagaimana isu-isu yang tersirat dalam teriakan pria tersebut akan mendapat perhatian ke depan.
Satu hal yang pasti, video ini sudah telanjur mencuri atensi nasional. Dalam hitungan detik, sebuah aksi spontan berubah menjadi perbincangan besar yang menggugah rasa penasaran dan empati banyak orang.