fin.co.id - Pemerintah pusat mulai menjalankan tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatra secara paralel dengan proses tanggap darurat.
Langkah ini dilakukan menyusul besarnya dampak bencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah provinsi di Sumatra sejak akhir November 2025.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa pemerintah tidak menunggu fase darurat sepenuhnya selesai untuk memulai pemulihan. Menurutnya, sejumlah tahapan penting sudah mulai dipersiapkan agar proses rehabilitasi tidak memakan waktu terlalu lama.
“Beberapa proses dilakukan secara paralel. Penanganan tanggap darurat tetap berjalan, sementara pada saat yang sama kami mulai memikirkan tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi,” ujar Prasetyo di Pangkalan Udara (Lanud) Soewondo, Sumatra Utara,
Salah satu fokus utama pemerintah saat ini adalah pendataan rumah warga yang terdampak bencana. Pendataan tersebut mencakup kategori kerusakan berat, sedang, hingga ringan sebagai dasar perencanaan bantuan dan pembangunan kembali.
Langkah ini dinilai krusial mengingat skala bencana yang sangat luas, mencakup puluhan kabupaten dan kota di Sumatra. Pemerintah ingin memastikan setiap warga terdampak mendapatkan penanganan yang sesuai dengan tingkat kerusakan yang dialami.
Selain perbaikan rumah, pemerintah juga menyiapkan skema relokasi bagi warga yang tidak memungkinkan kembali ke tempat tinggal semula. Relokasi akan dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan faktor keselamatan serta kesediaan masyarakat.
Prasetyo menjelaskan bahwa koordinasi lintas kementerian dan lembaga sudah dilakukan untuk mengidentifikasi lahan yang bisa digunakan sebagai lokasi relokasi.
“Pemerintah telah menginventarisasi tanah-tanah negara maupun tanah yang saat ini pengelolaannya berada pada pihak tertentu untuk dialokasikan sebagai titik-titik relokasi bagi warga terdampak,” katanya.
Relokasi ini diproyeksikan mencakup sekitar 50 kabupaten dan kota terdampak di wilayah Sumatra.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang diakses pada Minggu 14 Desember 2025, dampak bencana di Sumatra tergolong sangat besar. Tercatat:
-
1.006 orang meninggal dunia
-
217 orang dinyatakan hilang
-
5.400 orang mengalami luka-luka
-
158.000 rumah rusak
-
100.652 warga mengungsi