Nasional . 16/12/2025, 20:30 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Bencana ini melanda 52 kabupaten dan kota di Sumatra bagian utara, termasuk wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Meski sejumlah tahapan sudah dimulai, pemerintah belum mengunci durasi pasti rehabilitasi dalam hitungan bulan. Hal ini karena proses tanggap darurat, pendataan, hingga perencanaan pembangunan kembali masih berjalan bersamaan.
Namun, Prasetyo menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat pemulihan agar masyarakat bisa segera kembali beraktivitas normal.
“Kami akan berupaya secepat-cepatnya,” tegasnya.
Sebelumnya, Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla menyebut proses rehabilitasi total bencana di Sumatra berpotensi memakan waktu hingga 2–3 tahun. Ia merujuk pada luasnya wilayah terdampak dan besarnya kebutuhan pembangunan kembali, terutama perumahan dan infrastruktur.
Menurut Jusuf Kalla, tantangan kali ini bahkan lebih kompleks dibandingkan tsunami Aceh 2004 karena bencana hidrometeorologi terjadi secara meluas.
“Ini meluas. Jadi mungkin setengah-setengah lah, 2–3 tahun. Terutama membangun rumah,” kata Jusuf Kalla di Jakarta, Senin (8/12/2025).
Berdasarkan catatan Bisnis, pemerintah memperkirakan kebutuhan anggaran sementara mencapai Rp51,82 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah terdampak di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Anggaran ini mencakup pembangunan rumah warga, pemulihan infrastruktur, fasilitas publik, hingga penguatan mitigasi bencana agar kejadian serupa tidak menimbulkan dampak sebesar ini di masa depan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media