Hidup Tenang dan Mewah di Pengasingan Moskow, Bashar Assad Dikabarkan Jadi Dokter Mata

news.fin.co.id - 18/12/2025, 10:00 WIB

Hidup Tenang dan Mewah di Pengasingan Moskow, Bashar Assad Dikabarkan Jadi Dokter Mata

Eks Presiden Suriah Bassar Al-Assad (AFP/East News)

Intinya:


  • Bashar al-Assad menjalani pengasingan mewah di Moskow dan dilaporkan kembali belajar oftalmologi serta bahasa Rusia.

  • Keluarga Assad hidup tenang dan tertutup di Rusia dan Uni Emirat Arab, dengan kondisi finansial yang tetap kuat meski terkena sanksi Barat.

  • Assad kini disebut tak lagi berpengaruh di lingkaran elite Rusia dan terputus dari jaringan kekuasaan lamanya.

Dari sisi finansial, keluarga Assad disebut tidak mengalami kesulitan. Setelah sanksi Barat diberlakukan pada 2011 menyusul penindakan keras terhadap demonstran di Suriah, keluarga ini memindahkan sebagian besar aset mereka ke Moskow, wilayah yang berada di luar jangkauan regulator Barat.

Advertisement


fin.co.id - Mantan Presiden Suriah Bashar al-Assad dikabarkan menjalani kehidupan yang jauh dari sorotan publik setelah lengser dari kekuasaan dan meninggalkan negaranya. Setelah melepaskan kendali atas rezimnya dan menjalani pengasingan mewah di Moskow, Assad disebut kembali menekuni dunia medis yang pernah digelutinya sebelum terjun ke politik.

Berdasarkan keterangan sejumlah sumber seperti dikutip dari theguardian, Assad kini mengikuti pelatihan di bidang oftalmologi atau bidang medis yang berkaitan dengan mata. Ia juga dilaporkan tengah mempelajari bahasa Rusia. Seorang teman keluarga Assad yang masih menjalin komunikasi menyebut aktivitas tersebut bukan didorong faktor ekonomi.

“Dia sedang belajar bahasa Rusia dan kembali mengasah kemampuan oftalmologinya,” kata sumber tersebut. “Itu adalah hobinya, dia jelas tidak membutuhkan uang. Bahkan sebelum perang di Suriah dimulai, dia biasa secara teratur mempraktikkan oftalmologinya di Damaskus,” lanjutnya, seraya mengisyaratkan bahwa kalangan elit kaya di Moskow berpotensi menjadi pasiennya.

Menurut dua sumber yang memahami situasi tersebut, keluarga Assad kemungkinan besar tinggal di kawasan elite Rublyovka, kompleks hunian tertutup yang dikenal sebagai tempat tinggal kalangan elit Moskow. Di kawasan itu pula disebut tinggal sejumlah tokoh asing, termasuk mantan Presiden Ukraina Viktor Yanukovych yang meninggalkan Kyiv pada 2014.

Dari sisi finansial, keluarga Assad disebut tidak mengalami kesulitan. Setelah sanksi Barat diberlakukan pada 2011 menyusul penindakan keras terhadap demonstran di Suriah, keluarga ini memindahkan sebagian besar aset mereka ke Moskow, wilayah yang berada di luar jangkauan regulator Barat.

Meski hidup dengan fasilitas mewah, posisi sosial keluarga Assad dilaporkan tidak lagi seperti sebelumnya. Mereka kini terputus dari lingkaran elit Suriah maupun Rusia yang dulu akrab dengan mereka. Pelarian Assad dari Damaskus pada saat-saat terakhir disebut membuat banyak kroninya merasa ditinggalkan, sementara pihak Rusia membatasi aksesnya untuk berkomunikasi dengan pejabat tinggi rezim lama.

“Kehidupannya sangat tenang,” kata teman keluarga tersebut. “Dia hampir tidak memiliki kontak dengan dunia luar. Dia hanya berhubungan dengan beberapa orang yang pernah berada di istananya, seperti Mansour Azzam [mantan menteri urusan kepresidenan Suriah] dan Yassar Ibrahim [kroni ekonomi utama Assad].”

Seorang sumber yang dekat dengan Kremlin juga menilai Assad kini tak lagi memiliki peran penting di mata elite politik Rusia. Menurut sumber tersebut, Presiden Rusia Vladimir Putin tidak memiliki kesabaran terhadap pemimpin yang kehilangan kekuasaan, dan Assad tidak lagi dipandang sebagai figur berpengaruh atau sosok yang menarik untuk dilibatkan dalam lingkaran elite.

Bashar al-Assad diketahui meninggalkan Damaskus bersama putra-putranya pada dini hari 8 Desember 2024, ketika pasukan pemberontak Suriah mendekati ibu kota dari arah utara dan selatan. Mereka kemudian diamankan oleh pengawal militer Rusia dan dibawa ke Pangkalan Udara Khmeimim sebelum diterbangkan ke luar negeri.

Dalam pelariannya itu, Assad dilaporkan tidak memberikan peringatan kepada keluarga besarnya maupun sekutu dekat rezim terkait keruntuhan yang akan terjadi, dan meninggalkan mereka menghadapi situasi tersebut sendiri. *

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca