Nasional . 18/12/2025, 21:21 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
fin.co.id - Bencana banjir dan longsor yang melanda Provinsi Sumatera Utara terus menunjukkan dampak yang sangat serius.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara kembali memperbarui data korban dari rangkaian bencana yang terjadi di 19 kabupaten/kota.
Berdasarkan data terbaru per Kamis 18 Desember 2025 pukul 17.00 WIB, jumlah korban jiwa akibat banjir dan longsor di Sumut telah mencapai 367 orang meninggal dunia.
Selain itu, ratusan warga masih dinyatakan hilang, ribuan lainnya mengalami luka-luka, dan puluhan ribu terpaksa mengungsi.
“Jumlah korban meninggal 367 jiwa, 74 orang hilang, 924 orang terluka, dan 21.202 warga mengungsi,” ujar Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Sumut, Porman Mahulae, mengutip data BPBD Sumatera Utara.
Dari seluruh wilayah terdampak, Kabupaten Tapanuli Tengah tercatat sebagai daerah dengan dampak paling parah. BPBD mencatat korban meninggal di wilayah ini mencapai 131 orang, dengan 40 orang masih dinyatakan hilang dan 25 orang mengalami luka-luka.
Longsor yang terjadi di kawasan perbukitan serta banjir bandang yang menyapu permukiman warga disebut menjadi penyebab utama tingginya jumlah korban di daerah tersebut.
Sementara itu, Kabupaten Tapanuli Selatan juga mengalami dampak besar. Di wilayah ini tercatat 88 orang meninggal dunia, 30 orang hilang, dan 835 orang mengalami luka-luka akibat bencana.
Tak hanya wilayah kabupaten, sejumlah kota di Sumatera Utara juga mengalami kerusakan parah. Kota Sibolga mencatat 54 orang meninggal dunia, 1 orang hilang, dan 61 orang terluka akibat banjir dan longsor yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Sementara itu, di Kabupaten Tapanuli Utara, BPBD mencatat 36 korban meninggal, 2 orang hilang, dan 3 orang terluka.
Empat wilayah ini menjadi pusat perhatian utama dalam upaya pencarian dan penyelamatan korban, mengingat tingkat kerusakan dan jumlah korban yang tinggi.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media