Nasional . 18/12/2025, 21:21 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Selain empat wilayah dengan korban terbesar, bencana banjir dan longsor juga menerjang 15 kabupaten/kota lainnya di Sumatera Utara. Daerah-daerah tersebut meliputi:
Humbang Hasundutan
Pakpak Bharat
Mandailing Natal
Langkat
Deli Serdang
Nias
Serdang Bedagai
Asahan
Batubara
Nias Utara
Nias Selatan
Bencana serupa juga terjadi di wilayah perkotaan seperti Padangsidimpuan, Medan, Binjai, dan Tebing Tinggi. Di sejumlah lokasi, banjir merendam permukiman warga, memutus akses jalan, serta merusak fasilitas umum.
Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengakui bahwa proses pencarian korban hilang masih menghadapi berbagai kendala di lapangan.
Salah satu hambatan utama adalah akses alat berat ke daerah-daerah yang terisolasi akibat longsor dan rusaknya infrastruktur jalan.
“Ya itu tadi ada daerah terisolir yang alat berat belum masuk tapi personel sudah. Tentunya personel tetap melakukan pencarian,” kata Bobby saat ditemui di Jalan Imam Bonjol, Kota Medan, Senin (15/12/2025).
Meski demikian, Bobby menegaskan bahwa tim gabungan tetap bekerja maksimal. Personel TNI, Polri, BPBD, relawan, dan masyarakat setempat terus melakukan pencarian manual sembari menunggu akses alat berat dapat dibuka.
Hingga saat ini, tercatat 21.202 warga mengungsi ke pos-pos pengungsian yang tersebar di berbagai daerah. Para pengungsi membutuhkan bantuan mendesak, mulai dari makanan siap saji, air bersih, selimut, obat-obatan, hingga layanan kesehatan.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama pemerintah kabupaten/kota dan instansi terkait terus berupaya menyalurkan bantuan logistik serta membuka dapur umum di wilayah terdampak. (*)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media