Pemerintah Tetapkan Sumatera sebagai Prioritas Nasional Penanganan Banjir

news.fin.co.id - 19/12/2025, 14:54 WIB

Pemerintah Tetapkan Sumatera sebagai Prioritas Nasional Penanganan Banjir

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno di Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Jumat, 19 Desember 2025. Foto: Anisha Aprilia

fin.co.id - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menegaskan, pemerintah memberikan perhatian serius terhadap penanganan banjir di Pulau Sumatera dengan menetapkannya sebagai agenda prioritas nasional.

Menurutnya, langkah tersebut diwujudkan melalui pengerahan seluruh sumber daya nasional serta pelibatan berbagai kementerian dan lembaga untuk menangani persoalan di lapangan, terutama di wilayah Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

"Ditengah banyaknya tantangan yang kita hadapi, harapan tumbuh dari kerja keras kita bersama, kerja seluruh elemen masyarakat bahu membahu dalam solidaritas, gotong royong dan keseriusan pemerintah yang menetapkan sumatera sebagai prioritas nasional dengan mengerahkan seluruh sumber daya nasional, mengerahkan seluruh kekuatan kementerian dan lembaga untuk turun menyelesaikan permasalahan yang ada di lapangan di provinsi aceh, sumut dan sumbar," kata Pratikno di Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Jumat, 19 Desember 2025.

Pratikno menjelaskan, dampak bencana akibat siklon tidak merata di setiap daerah. Tingkat kerusakan di masing-masing kabupaten, kota, desa, hingga kampung berbeda-beda, mulai dari kategori cukup berat hingga berat.

Advertisement

Ia juga mengakui masih terdapat sejumlah wilayah yang terdampak banjir bandang dengan kondisi yang memprihatinkan. Namun demikian, berkat sinergi lintas kementerian dan lembaga, berbagai kemajuan telah mulai terlihat.

"Walaupun di beberapa wilayah kondisi masih memprihatinkan, berkat kerja sama seluruh komponen bangsa telah tercapai banyak kemajuan dan perkembangan signifikan," ungkapnya.

Dalam hal akses transportasi, Pratikno menyampaikan bahwa sejumlah jalur penting di Aceh secara bertahap sudah kembali dapat dilalui oleh masyarakat.

"Mayoritas ruas jalan nasional dan provinsi secara bertahap telah kembali terhubung. Meskipun sebagian masih beroperasi secara terbatas dan memerlukan kewaspadaan bagi para penggunanya," imbuhnya.

Ia merinci, beberapa jalur strategis di Aceh yang kini mulai berfungsi antara lain Lhokseumawe–Langsa, Langsa–Kuala Simpang, Kuala Simpang–perbatasan Sumatera Utara, serta Jalan Kawasan Ekonomi Aceh (KEA) yang menghubungkan Kabupaten Bener Meriah dengan Takengon.

"Selain itu, jembatan Awe di kawasan Awe Goutah dan Teupin Reudup, akses jalan Aceh Tenggara–Gayo Lues, serta jalur Banda Aceh–Aceh Tengah melalui Blangkejeren juga sudah bisa dilintasi," paparnya.

Pemerintah memastikan bahwa proses perbaikan infrastruktur akan terus dilanjutkan guna memperlancar mobilitas, sekaligus mempercepat pemulihan kegiatan ekonomi dan sosial masyarakat di daerah terdampak bencana.

Anisha Aprilia/Disway

Mihardi
Mihardi
Penulis

Penulis FIN.CO.ID