PLN EPI Gandeng Panah Perak Genjot Produksi Biomassa 3 Juta Ton! Transisi Energi RI Makin Agresif

news.fin.co.id - 20/12/2025, 19:02 WIB

PLN EPI Gandeng Panah Perak Genjot Produksi Biomassa 3 Juta Ton! Transisi Energi RI Makin Agresif

Pasokan Biomassa Sawdust di PLTU Indramayu.

fin.co.id - Kabar gembira buat kamu yang peduli dengan masa depan energi Indonesia! PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) baru saja membuat gebrakan besar dalam dunia energi baru terbarukan. Tidak main-main, PLN EPI resmi menggandeng PT Panah Perak Megasarana (PPM) untuk membangun ekosistem biomassa nasional yang lebih kokoh. Kolaborasi strategis ini bukan sekadar tanda tangan di atas kertas, melainkan langkah nyata untuk mengejar target Net Zero Emissions yang semakin mepet!

Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir, mengungkapkan fakta yang cukup mencengangkan. Sejak pertama kali menerapkan metode cofiring pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di tahun 2020, tren penggunaan biomassa terus melonjak tajam. Tahun 2025 ini menjadi momentum krusial karena PLN EPI memasang target penggunaan biomassa hingga 3 juta ton! Angka ini hampir dua kali lipat lebih besar daripada realisasi tahun lalu. Kebayangkan betapa masifnya pergeseran energi kita saat ini?

Potensi Limbah Sawit Jadi Harta Karun Energi Nasional

Indonesia sebenarnya berdiri di atas "tambang emas" energi hijau. Hokkop menjelaskan bahwa potensi biomassa kita sangat melimpah, mulai dari limbah pertanian, perkebunan, hingga kehutanan. Salah satu yang paling potensial adalah produk turunan kelapa sawit. Limbah padat seperti cangkang sawit dan tandan kosong, hingga limbah cair atau Palm Oil Mill Effluent (POME), bisa kita sulap menjadi produk bioenergi.

Advertisement

Namun, tantangan besarnya bukan pada ketersediaan barangnya, melainkan pada integrasi rantai pasok dan legalitas sumber bahan baku. Inilah alasan utama mengapa PLN EPI memilih bermitra dengan pihak yang memiliki visi berkelanjutan. Integrasi ini sangat penting demi memastikan kemandirian energi nasional tetap terjaga tanpa merusak ekosistem lingkungan dan sosial.

Agresif! Panah Perak Siapkan Pabrik Raksasa di Bekasi hingga Palembang

PT Panah Perak Megasarana (PPM) juga tidak mau kalah dalam menunjukkan keseriusannya. Direktur Utama PPM, Agussalim Igarashi, membeberkan rencana ekspansi perusahaan yang sangat ambisius. Saat ini, mereka sudah mengoperasikan pabrik pelet biomassa di Bekasi dengan kapasitas 7 ton per jam. Namun, siap-siap saja, karena awal tahun 2026 kapasitasnya akan naik menjadi 14 ton per jam atau setara 7.800 ton per bulan!

Tak berhenti di Bekasi, PPM sedang merampungkan pembangunan pabrik kedua di Palembang yang progresnya sudah mencapai 90%. Mesin utama sudah tiba dan siap diinstalasi dalam waktu dekat. Pabrik Palembang ini diprediksi akan menjadi monster produksi dengan kapasitas 26 ton per jam atau sekitar 15.900 ton per bulan. Ini baru permulaan, karena awal 2026 mereka juga berencana melakukan ground breaking pabrik di Nagan Raya, Aceh, yang lokasinya menempel dengan kawasan pembangkit.

Teknologi Canggih Biocoal: Kalori Tinggi, Emisi Rendah

Inovasi PPM tidak berhenti pada pelet kayu biasa. Mereka tengah mengembangkan produk biocoal yang menggabungkan batubara low rank dengan biomassa. Hasil uji cobanya pun sangat impresif, mencapai nilai kalori hingga 6.667 kkal. Bahkan, mereka menargetkan angka ini naik hingga 7.500 kkal melalui teknologi nano aditif.

Apa untungnya buat kita? Produk ini punya kandungan sulfur yang sangat rendah. Artinya, selain lebih ramah lingkungan, biocoal ini sangat potensial untuk digunakan oleh industri baja dan sektor berat lainnya yang butuh bahan bakar tinggi kalori namun minim emisi. Agussalim menegaskan bahwa visi mereka sejalan dengan PLN EPI: mempercepat transisi energi hijau dengan cara yang efisien dan bernilai ekonomis.

Sinergi Strategis Demi Masa Depan Hijau Indonesia

Kerja sama antara PLN EPI dan Panah Perak Megasarana ini mencakup banyak aspek vital. Mulai dari kajian potensi daerah, pengembangan teknologi mutakhir, hingga pengelolaan bahan baku dan mitigasi risiko sosial-lingkungan. PLN EPI sadar betul bahwa kolaborasi lintas pelaku industri adalah kunci rahasia untuk memastikan pasokan biomassa tetap stabil dan berkelanjutan.

Advertisement

Dengan penguatan peran BUMN dan dukungan dari mitra swasta yang mumpuni, bauran energi nasional diharapkan bisa segera beralih ke jalur yang lebih bersih. Jadi, buat kamu yang ingin melihat Indonesia mandiri energi tanpa harus mengotori udara, kerja sama ini adalah sinyal positif bahwa kita sedang bergerak ke arah yang benar! (*)

Sigit Nugroho
Sigit Nugroho
Penulis

Saya adalah jurnalis yang menekuni bidang ekonomi, selama lebih dari 13 tahun. Saat ini, saya bertanggung jawab terhadap kanal ekonomi, teknologi, lifestyle dan automotif. Saya memegang sertifikasi Uji Kompetensi Wartawan Level Madya. Saat ini saya sebagai Ketua Forum Sahabat Infrastruktur dan Forum Wartawan ESDM