Jelang Nataru 2025–2026, Harga Pangan di Pasar Depok Mulai Merangkak Naik

news.fin.co.id - 22/12/2025, 19:16 WIB

Jelang Nataru 2025–2026, Harga Pangan di Pasar Depok Mulai Merangkak Naik

Harga Bahan Pokok di Pasar Tradisional Tangerang Terpantau Stabil. (Rikhi Ferdian)

fin.co.id - Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026, harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar tradisional mulai menunjukkan tren kenaikan. Kondisi ini terpantau dari aktivitas jual beli di Pasar Reni Jaya, Depok, Jawa Barat, Senin, 21 Desember 2025.

Hasil pantauan di lapangan menunjukkan beberapa komoditas pangan utama, seperti cabai rawit merah, telur ayam, bawang merah, hingga daging sapi mengalami lonjakan harga dibandingkan beberapa pekan sebelumnya. Kenaikan ini dirasakan langsung oleh pedagang maupun konsumen.

Harga telur ayam, misalnya, kini dijual sekitar Rp30.000 per kilogram, naik dari harga sebelumnya yang berada di kisaran Rp28.000. Sementara itu, cabai merah keriting tercatat mengalami kenaikan dari Rp60.000 menjadi Rp70.000 per kilogram.

Salah seorang pedagang di Pasar Reni Jaya, Wisnu mengatakan, kenaikan harga menjelang hari besar keagamaan merupakan fenomena yang hampir selalu terjadi setiap tahun. Menurutnya, situasi serupa juga dialami saat mendekati Hari Raya Idulfitri.

Advertisement

"Pas Lebaran kemarin juga naik gila-gilaan (harga komoditas pangan), ini bahkan cabe sempet naik jadi Rp 80 ribu, terus turun lagi jadi Rp 60 ribu. Cuma ini naiknya gak segede kemaren," ucap Wisnu.

Lonjakan harga paling signifikan terjadi pada komoditas daging sapi. Permintaan yang meningkat menjelang Nataru membuat harga daging ikut terdongkrak. Saat ini, harga daging sapi di pasar tersebut mencapai Rp130.000 per kilogram, naik dari harga sebelumnya yang bertahan di angka Rp120.000.

Pedagang daging sapi, Sutisno, menyebut kenaikan harga daging sebenarnya sudah mulai terasa sejak sekitar satu bulan lalu dan diperkirakan akan kembali naik mendekati Hari Natal.

"Kalau Natal sudah pasti naik lagi. Kemarin daging Rp 120 ribu, pasti Natal nanti naik lagi," ungkap Sutisno.

Bapanas Tekankan Kepatuhan terhadap HET

Menyikapi dinamika harga pangan tersebut, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, meminta seluruh pelaku usaha pangan untuk menaati Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Penjualan (HAP) yang telah ditetapkan pemerintah.

Ia menegaskan, kebijakan ini bertujuan menjaga stabilitas harga sekaligus melindungi daya beli masyarakat, terutama di tengah ketersediaan stok pangan nasional yang dinilai mencukupi.

"Tolong HET dipatuhi. Para pengusaha, sampaikan kepada jaringannya bahwa HET harus diikuti. Imbauan kami sudah cukup, sekarang saatnya bertindak. Dan satgas pangan langsung turun. Tidak boleh ada lagi alasan produksi kurang atau bahan baku tidak ada, karena faktanya stok kita melimpah," tegas Mentan Amran.

Pemerintah juga memastikan pengawasan di lapangan akan diperketat melalui Satgas Pangan guna mencegah praktik penjualan di atas ketentuan yang berlaku selama periode Nataru.

Advertisement

Bianca Khairunnisa/Disway 

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID