Indonesia-AS Sepakati Substansi Perdagangan Resiprokal, Target Penandatanganan Januari 2026

news.fin.co.id - 23/12/2025, 15:41 WIB

Indonesia-AS Sepakati Substansi Perdagangan Resiprokal, Target Penandatanganan Januari 2026

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto bertemu dengan United States Trade Representative (USTR) Ambassador Jamieson Greer di Washington D.C.

fin.co.id - Indonesia dan Amerika Serikat (AS) telah mencapai kesepakatan mengenai substansi yang akan dimuat dalam dokumen perundingan perdagangan resiprokal atau Agreements on Reciprocal Trade (ART).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyatakan, pemerintah menargetkan dokumen Agreement on Reciprocal Tariff (ART) dapat ditandatangani pada Januari 2026.

"Setelah seluruh proses teknis diselesaikan, maka diharapkan sebelum akhir bulan Januari ini akan disiapkan dokumen untuk dapat ditandatangani secara resmi oleh Bapak Presiden Prabowo dan Presiden Amerika Serikat Pak Donald Trump," kata Airlangga usai pertemuan dengan United States Trade Representative (USTR) Ambassador Jamieson Greer di Washington D.C., Senin, 22 Desember 2025.

Sejak pengumuman Liberation Day terkait pengenaan tarif resiprokal oleh AS pada 2 April 2025, pemerintah Indonesia telah melakukan perundingan intensif dengan AS untuk menyelesaikan berbagai permasalahan perdagangan antara kedua negara.

Advertisement

Hasilnya, pada 22 Juli 2025 telah diterbitkan Joint Statement yang menurunkan tarif resiprokal bagi Indonesia dari 32% menjadi 19%. Setelah itu, kedua negara melanjutkan perundingan intensif untuk menyelesaikan perjanjian dagang.

“Kuncinya adalah balance. Kita sampaikan mana isu-isu yang menjadi concern utama kepentingan Indonesia. Begitu juga sebaliknya, kita dengarkan pandangan dari AS. Kita cari jalan tengahnya,” ungkap Menko Airlangga.

Melalui perjanjian ini, Indonesia berkomitmen memberikan akses pasar bagi produk AS, menyelesaikan isu hambatan non-tarif, serta menjalin kerja sama dalam perdagangan digital, teknologi, keamanan nasional, dan kerja sama komersial. Sementara AS akan memberikan pengecualian tarif untuk produk ekspor unggulan Indonesia yang tidak bisa diproduksi di AS, seperti minyak kelapa sawit, kakao, kopi, dan teh.

Dalam pertemuan dengan Ambassador Greer, Menko Airlangga mendorong penyelesaian seluruh isu utama dan teknis dalam ART agar bisa disepakati kedua pihak. Setelah pembahasan panjang sejak April 2025, kedua negara akhirnya menyepakati seluruh isu yang menjadi substansi dokumen ART, yang akan ditandatangani oleh Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Donald Trump.

“Kami telah melaksanakan pertemuan dengan Ambassador Jamieson Greer (USTR), dan Alhamdulillah pembahasan berjalan sangat baik, sehingga dapat menyepakati secara substansi, isu-isu yang termuat dalam dokumen ART,” jelas Menko Airlangga.

Ambassador Greer pun menyambut baik hasil pertemuan yang berlangsung saat awal liburan Natal di AS, dan mengapresiasi upaya kedua pihak dalam percepatan kesepakatan tarif.

"Hasil pertemuan ini menjadi hadiah Natal terindah, yang akan membawa kemanfaatan untuk kedua negara,” ungkap Ambassador Greer.

Anisha Aprilia/Disway

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID