fin.co.id - Jumlah penduduk di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN) terus menjadi perhatian publik seiring semakin dekatnya rencana penetapan IKN sebagai ibu kota politik Indonesia pada 2028.
Dinamika kependudukan dinilai menjadi salah satu faktor kunci keberhasilan pembangunan dan pengelolaan ibu kota baru tersebut.
Berdasarkan hasil Pendataan Penduduk Ibu Kota Nusantara (PPIKN) 2025, jumlah penduduk yang tinggal di wilayah delineasi IKN tercatat mencapai 147.427 jiwa.
Angka tersebut setara dengan 43.293 rumah tangga, menandakan aktivitas permukiman yang semakin berkembang di kawasan calon pusat pemerintahan nasional itu.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, menjelaskan bahwa sebaran penduduk di wilayah IKN saat ini belum merata.
Konsentrasi penduduk paling tinggi masih terpusat di beberapa desa yang sejak lama menjadi pusat aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.
Adapun desa dengan jumlah penduduk tertinggi antara lain:
-
Desa Samboja Kuala
-
Desa Muara Jawa Ulu
-
Desa Muara Jawa Pesisir
-
Desa Telemau
Tingkat kepadatan penduduk di desa-desa tersebut bahkan mencapai lebih dari 400 jiwa per kilometer persegi.
“Wilayah-wilayah tersebut menjadi pusat aktivitas penduduk. Dengan demikian, kawasan ini dapat menjadi prioritas dalam penyediaan layanan dasar dan infrastruktur Ibu Kota Nusantara ke depan,” ujar Amalia di Jakarta, dikutip Selasa, 23 Desember 2025.
Kondisi ini menjadi catatan penting bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pemerataan pembangunan, khususnya terkait transportasi, kesehatan, pendidikan, dan perumahan di kawasan IKN.
Gen Z dan Milenial Dominasi Penduduk IKN
Dari sisi struktur penduduk, hasil PPIKN 2025 menunjukkan bahwa IKN didominasi oleh generasi muda, khususnya Generasi Z dan Milenial.