Untuk angka kematian ibu, tercatat sebesar 143, yang berarti terdapat 143 kematian perempuan pada masa kehamilan, persalinan, atau nifas per 100 ribu kelahiran hidup.
“Adapun angka kematian ibu tercatat sebesar 143,” tukas Amalia.
Data ini menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam meningkatkan layanan kesehatan ibu dan anak, terutama di wilayah yang sedang mengalami pertumbuhan penduduk cukup pesat seperti IKN.
Secara keseluruhan, hasil PPIKN 2025 menunjukkan bahwa IKN memiliki fondasi demografi yang cukup kuat.
Dominasi usia produktif, rasio ketergantungan rendah, serta tingkat fertilitas yang mendekati ideal menjadi modal penting dalam menyongsong peran IKN sebagai ibu kota politik Indonesia pada 2028.
Namun demikian, tantangan tetap ada, mulai dari pemerataan sebaran penduduk, penyediaan infrastruktur dasar, hingga peningkatan kualitas layanan kesehatan dan pendidikan.
Ke depan, data kependudukan ini diharapkan menjadi pijakan utama dalam merancang kebijakan pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat Ibu Kota Nusantara. (*)