fin.co.id - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar Apel Siaga Pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru) di Lapas Kelas IIA Lombok Barat, Selasa, 23 Desember 2025. Kegiatan ini menjadi wujud kesiapan sekaligus komitmen bersama dalam menjaga keamanan dan ketertiban pemasyarakatan selama periode akhir tahun.
Apel siaga dipimpin langsung Kepala Kanwil Ditjenpas NTB, Anak Agung Gde Krisna, serta diikuti jajaran pemasyarakatan bersama unsur Aparat Penegak Hukum (APH), antara lain TNI, Polri, BNNP, dan instansi pendukung seperti Dinas Pemadam Kebakaran, BPBD, serta Basarnas. Kehadiran lintas sektor tersebut mencerminkan kuatnya kolaborasi dalam menciptakan situasi lapas dan rutan yang aman, kondusif, dan terkendali selama perayaan Natal dan Tahun Baru.
Sebelum penyampaian amanat Kepala Kanwil, rangkaian apel diawali dengan penyerahan penghargaan dari Kepala BNNP NTB kepada sejumlah UPT Pemasyarakatan di NTB. Penghargaan ini diberikan kepada UPT yang dinilai aktif dan konsisten menjalankan program rehabilitasi sosial bagi warga binaan penyalahguna narkotika. Apresiasi tersebut menjadi bentuk pengakuan atas komitmen pemasyarakatan dalam mendukung program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di wilayah NTB.
Kepala BNNP NTB, Brigjen Pol. Marjuki, menyampaikan bahwa UPT Pemasyarakatan memiliki peran strategis dalam proses pemulihan serta reintegrasi sosial warga binaan. Ia berharap sinergi yang telah terbangun antara BNNP NTB dan jajaran pemasyarakatan terus diperkuat guna menekan angka penyalahgunaan narkotika secara berkelanjutan.
Dalam amanatnya, Kepala Kanwil Ditjenpas NTB, Anak Agung Gde Krisna menegaskan, momentum Nataru membutuhkan tingkat kewaspadaan yang lebih tinggi, khususnya di lingkungan lapas dan rutan. Ia menekankan pentingnya deteksi dini, penguatan sistem pengamanan, serta kesiapsiagaan seluruh petugas.
“Apel siaga ini bukan sekadar seremonial, tetapi wujud nyata kesiapan jajaran pemasyarakatan bersama APH dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan. Sinergi yang solid menjadi kunci utama agar perayaan Natal dan Tahun Baru dapat berjalan aman, damai, dan tertib,” tegasnya.
Lebih lanjut, Agung Krisna mengingatkan seluruh petugas agar senantiasa menjalankan tugas secara profesional, humanis, dan berintegritas, tanpa mengesampingkan pelayanan pemasyarakatan bagi warga binaan maupun masyarakat.
Apel siaga ini juga dirangkaikan dengan pemeriksaan kesiapan personel, sarana dan prasarana pengamanan, serta penegasan kembali pelaksanaan Standar Operasional Prosedur (SOP) pengamanan Nataru di seluruh UPT Pemasyarakatan se-NTB.
Melalui kegiatan tersebut, Agung menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat kerja sama lintas sektor demi menjaga stabilitas keamanan pemasyarakatan, sekaligus mendukung terciptanya suasana Natal dan Tahun Baru yang aman dan kondusif di Nusa Tenggara Barat.