Fantastis! Tumpukan Uang Rp6,6 Triliun Dipamerkan di Kejaksaan Agung

news.fin.co.id - 24/12/2025, 16:36 WIB

Fantastis! Tumpukan Uang Rp6,6 Triliun Dipamerkan di Kejaksaan Agung

Tumpukan uang tunai dengan nilai fantastis mencapai Rp6,6 triliun, atau tepatnya Rp6.625.294.190.469,74, dipamerkan di lobi Gedung Bundar Kejaksaan Agung (Kejagung), Rabu, 24 Desember 2025.

fin.co.id - Tumpukan uang tunai dengan nilai fantastis mencapai Rp6,6 triliun, atau tepatnya Rp6.625.294.190.469,74, dipamerkan di lobi Gedung Bundar Kejaksaan Agung (Kejagung), Rabu, 24 Desember 2025. Dana tersebut merupakan hasil upaya penyelamatan keuangan negara dan direncanakan akan diserahkan kepada pemerintah.

Pantauan reporter Disway Group di lokasi menunjukkan uang tunai itu disusun rapi memenuhi area lobi gedung. Pecahan rupiah yang mayoritas bernilai Rp100 ribu tampak dibungkus per ikat, lalu ditata membentuk deretan tumpukan tinggi di sisi kiri, kanan, hingga bagian tengah ruangan.

Susunan uang tersebut menjulang hampir setinggi orang dewasa, tersusun berlapis, dan memanjang ke bagian belakang lobi. Pada salah satu sisi, terlihat papan informasi yang mencantumkan total nominal uang, menegaskan besarnya nilai dana yang dipamerkan.

Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan hadir dalam agenda penyerahan uang tersebut. Kehadiran Presiden dalam acara serupa bukanlah yang pertama.

Advertisement

Sebelumnya, Prabowo juga menghadiri penyerahan uang hasil sitaan kasus korupsi ekspor crude palm oil (CPO) dari tiga korporasi pada Senin, 20 Oktober 2025.

"Hari ini kita bisa hadir di Kejaksaan Agung untuk menghadiri suatu acara walaupun simbolis tapi acara penting, yaitu penyerahan uang pengganti kerugian negara sebesar 13 miliar, eh triliun, sori, sori, nggak kita bayangkan uang seperti itu, dua ratus lima puluh lima miliar, dua ratus empat puluh empat juta, lima ratus tiga puluh delapan ribu, seratus empat puluh sembilan rupiah," kata Prabowo di Kejagung, Senin, 20 Oktober 2025.

Dalam kesempatan tersebut, mantan Menteri Pertahanan itu menuturkan bahwa dana hasil pemulihan kerugian negara memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan bagi kepentingan publik. Salah satunya untuk renovasi ribuan gedung sekolah di berbagai daerah.

“Saudara-saudara, Rp 13 triliun ini kita bisa memperbaiki renovasi 8.000 sekolah, 8 ribu lebih sekolah,” jelas Prabowo.

Ia menegaskan, pemanfaatan dana dalam jumlah besar tersebut secara tepat dapat memberikan dampak signifikan bagi pembangunan sosial dan ekonomi masyarakat. Selain sektor pendidikan, dana itu juga dapat dialokasikan untuk pembangunan kawasan nelayan.

“Rencananya sampai akhir 2026, kita akan dirikan 1.100 desa nelayan. Tiap desa itu anggarannya Rp22 miliar. Jadi Rp13 triliun ini kita bisa membangun 600 kampung nelayan," ujar Prabowo.

Chandra Pratama/Disway 

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID