Hukum dan Kriminal . 24/12/2025, 19:40 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa penyelamatan aset negara senilai Rp6,6 triliun oleh Satgas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) hanyalah langkah awal dari misi besar memberantas perampokan kekayaan alam. Mengibaratkan kekayaan negara sebagai "darah" yang harus dijaga agar tidak runtuh karena kebocoran korupsi, Prabowo menginstruksikan perburuan aset dilakukan secara lebih masif untuk mengejar potensi kerugian negara yang diprediksi mencapai ratusan triliun rupiah.
fin.co.id - Kabar mengejutkan datang dari jantung birokrasi Indonesia. Jika kamu berpikir penertiban kawasan hutan hanya sebatas wacana, kamu salah besar. Presiden RI Prabowo Subianto baru saja membuktikan tajinya dengan mengamankan dana fantastis senilai Rp6,6 triliun dari tangan para penguasa lahan ilegal. Namun, Presiden mengingatkan bahwa ini barulah permulaan dari pertempuran besar melawan korupsi sistematis.
Dalam sebuah acara yang penuh ketegangan di Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu, 24 Desember 2025, Prabowo menegaskan bahwa temuan dana triliunan rupiah tersebut hanyalah "ujung" dari sebuah gunung es. Ia meyakini bahwa praktik penyimpangan dalam pengelolaan kekayaan alam Indonesia telah merampok masa depan bangsa selama puluhan tahun.
Presiden Prabowo Subianto tidak menahan diri saat mengkritik para oknum yang selama ini menguasai kawasan hutan secara ilegal. Menurutnya, aksi lancung ini terjadi secara sistematis oleh pihak-pihak yang didorong oleh keserakahan. Yang lebih memprihatinkan, para pelaku ini merasa negara bisa mereka sepelekan.
“Mereka berani melecehkan negara, menganggap pejabat di setiap eselon bisa dibeli dan disogok,” tegas Prabowo dengan nada bicara yang menggelegar. Kalimat ini seolah menjadi peringatan keras bagi siapa pun yang masih mencoba bermain api dengan kekayaan negara. Prabowo berkomitmen penuh untuk memutus rantai suap yang telah mendarah daging di berbagai lini eselon pemerintahan.
Dalam pidatonya yang menggugah, Prabowo menggunakan analogi yang sangat relevan dengan kehidupan sehari-hari. Ia mengibaratkan negara sebagai tubuh manusia, sedangkan kekayaan alam dan uang negara adalah darahnya. Bayangkan jika sebuah tubuh terus-menerus mengalami kebocoran darah; sekuat apa pun tubuh itu, pada akhirnya ia akan runtuh.
Presiden menjelaskan bahwa kebocoran ini muncul dari berbagai pintu, mulai dari korupsi, penyelundupan, laporan palsu, hingga praktik suap. Jika kebocoran ini kita biarkan terus menerus, Indonesia tidak akan pernah mencapai potensinya yang maksimal. Oleh karena itu, Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) hadir sebagai "tenaga medis" yang bertugas menjahit kembali luka-luka bocor tersebut.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media