Profil Yehuda Kaploun, Rabi Yahudi yang Ingin Mengubah Kurikulum Pendidikan Indonesia

news.fin.co.id - 25/12/2025, 21:40 WIB

Profil Yehuda Kaploun, Rabi Yahudi yang Ingin Mengubah Kurikulum Pendidikan Indonesia

Tak hanya itu, ia menyoroti peran algoritma media sosial yang dinilai turut mempercepat penyebaran narasi antisemit.

Untuk menghadapi fenomena tersebut, Kaploun berencana bekerja sama dengan perusahaan teknologi global guna menekan penyebaran konten yang dianggap antisemit melalui pengaturan algoritma.

“Bagaimana kita mengatasi algoritma ini, perusahaan mana yang bisa kita ajak kerja sama,” katanya.

Advertisement

Pernyataan ini kembali memicu kekhawatiran publik terkait kebebasan berekspresi dan potensi intervensi terhadap ruang digital global.

Profil Yehuda Kaploun

Rabbi Yehuda Kaploun bukan sosok sembarangan. Ia merupakan pengikut gerakan Hasid Chabad, seorang pengusaha asal Miami, serta dikenal sebagai pendukung kampanye Donald Trump pada Pilpres AS 2024.

Pada Kamis 19 Desember 2025, Kaploun resmi dikonfirmasi oleh Senat Amerika Serikat sebagai Utusan Khusus AS untuk Memantau dan Memerangi Antisemitisme.

Jabatan ini setingkat duta besar di bawah Departemen Luar Negeri AS, dengan tugas mengoordinasikan upaya global dalam menghadapi antisemitisme.

Pengangkatan Kaploun disambut positif oleh berbagai organisasi Yahudi internasional. World Jewish Congress (WJC) menyebut penunjukan ini sebagai langkah penting di tengah meningkatnya ancaman terhadap komunitas Yahudi global.

“Keputusan Presiden Donald Trump memastikan kepemimpinan yang kuat dalam menghadapi antisemitisme global,” tulis WJC dalam pernyataan resminya.

Di Indonesia, pernyataan Kaploun menuai respons beragam. Banyak warganet mempertanyakan legitimasi pihak asing dalam membahas atau mengomentari kurikulum nasional Indonesia.

Sejumlah pengamat menilai, isu ini perlu disikapi secara proporsional dengan tetap menjaga kedaulatan pendidikan, kebebasan akademik, serta prinsip pluralisme yang berlaku di Indonesia.

Hingga kini, pemerintah Indonesia belum memberikan pernyataan resmi terkait viralnya pernyataan Rabbi Yehuda Kaploun tersebut.

Advertisement
Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Redaktur Pelaksana - FIN.CO.ID