Nasional . 26/12/2025, 18:12 WIB

BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi hingga 4 Meter, Waspada Perairan Indonesia 26–29 Desember 2025

Penulis : Derry Sutardi  |  Editor : Derry Sutardi

fin.co.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah perairan Indonesia pada 26 hingga 29 Desember 2025.

Kondisi ini dipicu oleh aktivitas Siklon Tropis Grant dan Bibit Siklon 96S yang memengaruhi pola angin dan dinamika gelombang laut di berbagai wilayah.

BMKG mengingatkan, gelombang tinggi berpotensi membahayakan aktivitas pelayaran, terutama bagi nelayan, kapal penyeberangan, hingga kapal berukuran besar.

Masyarakat pesisir pun diminta meningkatkan kewaspadaan menjelang akhir tahun yang identik dengan peningkatan aktivitas laut dan cuaca ekstrem.

Prakirawan BMKG Ryan Putra Pambudi menjelaskan, Siklon Tropis Grant terpantau berada di koordinat 11,9° Lintang Selatan dan 96,6° Bujur Timur di Samudra Hindia barat daya Bengkulu.

Sementara itu, Bibit Siklon 96S berada di posisi 14,2° Lintang Selatan dan 116,5° Bujur Timur di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kedua sistem cuaca ini memicu peningkatan kecepatan angin secara signifikan di wilayah perairan Indonesia, yang berdampak langsung pada tinggi gelombang laut.

“Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari utara hingga timur laut dengan kecepatan berkisar 6–25 knot. Sementara di wilayah Indonesia bagian selatan, angin bergerak dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan 8–25 knot,” jelas Ryan dalam keterangan tertulis, Jumat 26 Desember 2025.

Ia menambahkan, kecepatan angin tertinggi terpantau di Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Barat, yang berkontribusi terhadap peningkatan gelombang di wilayah tersebut.

Wilayah Berpotensi Gelombang 1,25–2,5 Meter

BMKG mencatat, gelombang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di berbagai wilayah perairan, antara lain:

  • Selat Makassar bagian selatan

  • Samudra Hindia barat Kepulauan Nias

  • Samudra Hindia barat Bengkulu

  • Samudra Hindia selatan Banten

  • Samudra Hindia barat Aceh

  • Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai

  • Samudra Hindia barat Lampung

  • Selat Karimata bagian utara

  • Samudra Pasifik utara Maluku

  • Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya

Kondisi serupa juga berpotensi terjadi di sejumlah perairan lain seperti Laut Jawa (barat, tengah, dan timur), Laut Bali, Laut Banda, Laut Maluku, Laut Sumbawa, Laut Sulawesi bagian timur, hingga Selat Malaka bagian utara.

Wilayah Ini Paling Berisiko

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com