fin.co.id - Selasa, 30 Desember 2025, menjadi hari yang cukup mengerikan bagi Zae (45), warga Kampung Cibodas, Desa Taban, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang. Seorang tamu tak diundang—seekor ular king cobra, salah satu jenis ular paling berbahaya di Indonesia—tiba-tiba muncul di kamar tidurnya.
Tanpa ragu, ia langsung melaporkan ke Pusdalops, dan yang terjadi selanjutnya adalah perjuangan cepat namun tenang untuk mengusir makhluk berbahaya itu.
"Pertama kali melihatnya, saya kaget sekali. King cobra itu berdiri tegak di sudut kamar. Saya langsung mundur perlahan dan menelepon bantuan," ucapnya Zae menceritakan saat ular berbisa itu tiba-tiba menyelinap masuk ke kamarnya.
Sementara itu, setelah menerima laporan, tim BPBD Pos Damkar 07 Tigaraksa tidak membuang waktu. Sedikitnya 3 anggota tim berangkat dari markas menggunakan 1 unit pickup rescue. Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, menjelaskan bahwa penanganan king cobra membutuhkan keahlian khusus agar tidak menimbulkan bahaya lebih lanjut.
"Tim kami langsung melakukan persiapan di lokasi memastikan area aman, menggunakan perlengkapan pelindung, dan merencanakan cara mengusirnya tanpa menyakiti ular maupun warga," ujar Taufik.
Proses evakuasi berjalan lancar. Hanya dalam waktu 35 menit, tim berhasil menangkap king cobra dengan aman dan memindahkannya ke habitat alaminya yang jauh dari pemukiman warga.
"Tidak ada kendala apapun, dan yang paling penting—tidak ada korban jiwa atau cedera," ujarnya.
Situasi di rumah Zae akhirnya kembali terkendali. Ia mengakui rasa syukur karena tim BPBD datang dengan cepat dan bekerja dengan cermat. "Saya sangat berterima kasih. Tanpa bantuan mereka, saya tidak tahu apa yang akan terjadi," tukas Zae.
Menurut Taufik, BPBD terus berusaha meningkatkan kesiapan menangani kasus serupa, termasuk memberikan edukasi kepada warga tentang cara bertindak ketika bertemu ular berbahaya.
"Kita tidak perlu takut, tapi harus waspada. Langkah pertama yang paling penting adalah tidak mendekati ular dan langsung memanggil bantuan profesional," pungkasnya.