fin.co.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan akan turun di Jakarta saat malam pergantian tahun menuju 2026.
Berdasarkan informasi dari laman resmi BMKG, pada pagi hari hujan dengan intensitas sedang diprediksi mengguyur wilayah Kepulauan Seribu. Sementara itu, hujan ringan diprakirakan turun di sejumlah kawasan lain, yakni Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur.
Memasuki siang hari, kondisi cuaca di seluruh wilayah Jakarta diperkirakan berubah menjadi berawan. Langit berawan tersebut meliputi Kepulauan Seribu hingga lima wilayah administratif DKI Jakarta.
Pada sore hari, cuaca berawan masih bertahan di Kepulauan Seribu dan Jakarta Pusat. Adapun hujan ringan diprediksi kembali turun di Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, serta Jakarta Timur.
BMKG juga menyebutkan bahwa pada malam hari, hujan ringan berpeluang terjadi secara merata di seluruh wilayah Jakarta, termasuk Kepulauan Seribu.
Untuk kondisi suhu udara, BMKG memperkirakan berkisar antara 23 hingga 28 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan udara berada di rentang 73 sampai 96 persen.
Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani menjelaskan, potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai kilat atau petir masih berpeluang terjadi pada periode 26 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026.
Ia memaparkan, pada rentang waktu 26–28 Desember 2025, hujan lebat hingga sangat lebat yang disertai kilat/petir dan angin kencang berpotensi melanda Aceh, Sumatera Utara, Bengkulu, sebagian besar Pulau Jawa, NTB, NTT, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, serta Papua Selatan.
“Potensi angin kencang juga dapat terjadi di Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, dan Maluku,” kata Andri dalam keterangannya belum lama ini.
Selanjutnya, pada periode 29 Desember 2025 hingga 1 Januari 2026, potensi hujan lebat hingga sangat lebat masih dapat terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Bengkulu, dan Nusa Tenggara Barat, dengan kemungkinan angin kencang di beberapa wilayah lainnya.
BMKG menegaskan, prakiraan tersebut merupakan gambaran kondisi cuaca yang bersifat dinamis dan dapat berubah seiring perkembangan atmosfer terkini.
Masyarakat diimbau untuk menyesuaikan rencana perjalanan serta aktivitas dengan kondisi cuaca di daerah masing-masing, sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi risiko yang mungkin muncul.
Selain itu, masyarakat diminta untuk terus memantau informasi cuaca terbaru, baik darat, laut, maupun udara, melalui aplikasi InfoBMKG, laman www.bmkg.go.id, serta media sosial resmi @infobmkg yang diperbarui secara berkala.
“Agar tetap aman dan nyaman selama libur Nataru,” pungkasnya.
Cahyono/Disway