fin.co.id - Jembatan kecil yang menjadi akses penting bagi masyarakat, terutama petani, di Desa Badak Anom, Kecamatan Sindang Jaya, Kabupaten Tangerang, bakal dibangun secara permanen.
Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, mengatakan perbaikan secara menyeluruh bakal diupayakan melalui penganggaran tahun 2027 sebab APBD 2026 sudah diketuk palu.
"Untuk tahun ini, karena APBD 2026 sudah diketuk palu, kita perbaiki dulu bagian pengamannya seperti pagar jembatan," ucapnya, Rabu, 31 Desember 2025.
Kata dia, jembatan tersebut sering dilintasi oleh petani untuk aktivitas panen dan mobilitas warga sehari-hari.
Dengan lebar sekitar 1,4 meter, jembatan tersebut awalnya dibangun secara swadaya pada tahun 2011 dan hingga kini masih aktif digunakan dengan volume lalu lintas yang cukup tinggi.
"Jembatan yang melintasi Sungai Cimanceuri (sungai aktif) ini menghubungkan Desa Badak Anom dengan Desa Jambukarya, Kecamatan Rajeg," imbuhnya.
Maesyal juga menekankan kekhawatirannya terkait kondisi jembatan yang sudah cukup lama.
"Karena sungai aktif dan lalu lintas masyarakat cukup tinggi, saya khawatir lama-lama jembatan ini rusak dan membahayakan," ujarnya.
Untuk pembangunan jembatan permanen, ia menyampaikan bahwa prosesnya akan diupayakan pada tahun 2027 dengan memperhatikan izin dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
"InsyaAllah di anggaran 2027 dan dengan ijin dari Kementerian PU, nanti kita akan membangun jembatan ini secara permanen, supaya kepentingan dan aktivitas sehari-hari masyarakat bisa terakomodir dengan baik," imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang, Iwan Firmansyah, menyampaikan bahwa pihaknya akan menyusun perencanaan teknis terkait rencana pembangunan jembatan tersebut.