Nasional . 01/01/2026, 20:15 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Munculnya varian influenza A(H3N2) subclade K belakangan menarik perhatian publik. Varian yang pertama kali teridentifikasi secara global pada pertengahan 2025 itu kini dipastikan telah ditemukan di Indonesia.
Meski demikian, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menegaskan masyarakat tidak perlu bereaksi berlebihan. Secara medis, karakter dan keluhan yang ditimbulkan subclade K masih serupa dengan influenza musiman yang selama ini beredar.
Keluhan Umum, Tak Berbeda Signifikan
Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI, dr. Prima Yosephine, menjelaskan bahwa hingga saat ini tidak ada indikasi peningkatan tingkat keparahan akibat varian tersebut. Dari pemantauan yang dilakukan, gambaran klinis pasien masih tergolong ringan hingga sedang.
"Jika kita melihat gejalanya, sebenarnya sulit dibedakan secara kasat mata dengan flu biasa. Pasien umumnya mengeluhkan demam, batuk, pilek, serta nyeri tenggorokan dan sakit kepala," ungkap dr. Prima, Kamis, 1 Januari 2026.
Ia menambahkan, meskipun dinamai sebagai varian baru, subclade K tetap termasuk dalam kelompok influenza A(H3N2) yang respons tubuh manusianya sudah cukup dikenal oleh dunia medis.
Sejalan dengan penilaian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), varian ini tidak menunjukkan tanda-tanda menyebabkan penyakit yang lebih berat dibandingkan influenza musiman lain.
Beberapa keluhan yang umum dirasakan pasien antara lain:
Karena gejalanya sangat menyerupai flu biasa, Kemenkes mengingatkan masyarakat agar tidak langsung menarik kesimpulan sendiri. Namun, kewaspadaan tetap diperlukan, terutama dalam mencegah penularan.
Masyarakat yang mulai merasakan keluhan flu disarankan untuk beristirahat di rumah dan menggunakan masker saat beraktivitas. Langkah ini dinilai efektif untuk menekan risiko penularan ke orang lain.
"Jika gejala tidak kunjung membaik dalam waktu lebih dari tiga hari, atau jika kondisi fisik justru memburuk, segera akses fasilitas pelayanan kesehatan terdekat," imbau dr. Prima.
Sebagai langkah pencegahan, Kemenkes kembali menekankan pentingnya menjaga daya tahan tubuh dan melakukan vaksinasi influenza secara rutin. Vaksin yang tersedia saat ini masih dinilai efektif untuk mengurangi risiko komplikasi berat maupun kebutuhan perawatan di rumah sakit.
Hasyim Ashari/Disway
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media