Gunung Ibu Meletus Lagi, Abu Vulkanik Melesat 800 Meter!

news.fin.co.id - 01/01/2026, 19:55 WIB

Gunung Ibu Meletus Lagi, Abu Vulkanik Melesat 800 Meter!

Gunung Ibu di Halmahera Barat kembali erupsi. Foto: ANTARA.

fin.co.id - Kabar terbaru datang dari Maluku Utara. Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat kembali erupsi pada Kamis, 1 Januari 2026, dan langsung bikin perhatian warga meningkat. Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Ibu melaporkan kolom abu vulkanik melesat hingga 800 meter dari puncak. Situasi ini jelas bikin banyak orang waspada, apalagi aktivitas gunung api ini masih berada di Level II atau Waspada.

Petugas PGA Ibu, Darsono H Muhammad Nur, menjelaskan bahwa erupsi terjadi sekitar pukul 14.28 WIT. Kolom abu tampak berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan bergerak condong ke arah barat daya. Getaran letusan juga terekam jelas di seismogram dengan amplitudo maksimum 28 mm dan durasi sekitar 1 menit 4 detik. Jadi bukan cuma abu yang terlihat, aktivitas internal gunung pun benar-benar terasa.

Status Masih Level II, Jangan Nekat ke Zona Bahaya

Gunung Ibu memiliki ketinggian sekitar 1.325 meter di atas permukaan laut (mdpl). Saat ini statusnya masih berada di Level II atau Waspada. Artinya, aktivitasnya belum benar-benar tenang. Karena itu, masyarakat tidak boleh beraktivitas terlalu dekat dengan area puncak.

Advertisement

PGA Ibu mengimbau warga, pendaki, hingga wisatawan agar tidak beraktivitas dalam radius dua kilometer dari kawah. Selain itu, terdapat zona perluasan sektoral sejauh 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah bagian utara yang juga wajib steril. Kalau sudah ada imbauan seperti ini, lebih baik patuh saja. Jangan sampai rasa penasaran justru membawa risiko besar.

Abu Vulkanik Bisa Ganggu Aktivitas Warga

Abu vulkanik dari Gunung Ibu bergerak ke arah barat daya. Kondisi ini bisa berdampak pada warga yang beraktivitas di luar ruangan. Karena itu, masyarakat yang terkena hujan abu sebaiknya menggunakan masker dan kacamata pelindung. Langkah sederhana ini bisa membantu menghindari paparan abu yang berpotensi mengganggu kesehatan.

Dengan kondisi seperti ini, aktivitas sehari-hari memang tetap bisa berjalan, namun warga perlu menyesuaikan diri. Intinya, tetap tenang namun tetap sigap. Jangan anggap enteng abu vulkanik, karena partikel halusnya bisa masuk ke saluran pernapasan dan mengganggu penglihatan.

Jangan Sebarkan Hoaks, Ikuti Info Resmi

Di tengah situasi seperti ini, informasi sering beredar sangat cepat. Kadang malah muncul kabar berlebihan yang belum jelas kebenarannya. Karena itu, Darsono mengingatkan seluruh pihak agar tidak menyebarkan narasi bohong atau hoaks. Jangan juga mudah terpancing isu yang tidak jelas sumbernya.

Ia menegaskan, masyarakat perlu mengikuti arahan resmi dari pemerintah daerah serta lembaga terkait. Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat juga diimbau untuk terus berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) di Bandung maupun Pos Pengamatan Gunung Ibu di Desa Gam Ici, Kecamatan Ibu. Dengan begitu, informasi yang diterima masyarakat tetap akurat dan terkini.

Tetap Tenang, Tapi Jangan Lengah

Erupsi Gunung Ibu kali ini kembali mengingatkan kita bahwa Indonesia berada di jalur cincin api. Aktivitas vulkanik bisa meningkat kapan saja, sehingga kewaspadaan wajib kita jaga. Namun, panik berlebihan juga tidak perlu. Kunci utamanya ada pada kedisiplinan mengikuti rekomendasi resmi.

Advertisement

Masyarakat di sekitar Gunung Ibu saat ini perlu fokus pada tiga hal penting:

  1. Jangan memasuki radius dua kilometer dari puncak, serta zona sektoral 3,5 kilometer di utara kawah.
  2. Gunakan masker dan kacamata saat terjadi hujan abu.
  3. Ikuti informasi resmi dari pemerintah dan PVMBG, serta hindari penyebaran hoaks.

Wanda Afifah
Wanda Afifah
Penulis

Penulis gaya hidup yang berfokus pada tren kecantikan dan fenomena viral. Berdedikasi mengulas tips perawatan diri yang praktis serta kurasi tren terkini di media sosial. Menyajikan informasi yang inspiratif, akurat, dan relevan bagi kebutuhan gaya hidup modern