Varian Flu Subclade K Terdeteksi di Indonesia, Kemenkes Tegaskan Tak Perlu Panik

news.fin.co.id - 01/01/2026, 17:07 WIB

Varian Flu Subclade K Terdeteksi di Indonesia, Kemenkes Tegaskan Tak Perlu Panik

Ilustrasi virus

fin.co.id – Munculnya kabar terkait varian baru virus influenza A(H3N2) subclade K belakangan ini menarik perhatian publik. Varian tersebut diketahui telah terdeteksi di Indonesia, namun Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan situasinya masih terkendali.

Pemerintah menegaskan, karakter subclade K tidak menunjukkan tingkat keganasan yang lebih tinggi dibandingkan influenza musiman yang selama ini beredar di masyarakat. Dengan kata lain, varian ini tidak menimbulkan ancaman luar biasa seperti yang dikhawatirkan sebagian warga.

Direktur Penyakit Menular Kemenkes RI, dr. Prima Yosephine, menjelaskan bahwa gejala yang muncul pada pasien yang terinfeksi masih tergolong ringan hingga sedang dan tidak berbeda dari flu biasa.

“Keluhan yang dirasakan umumnya demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, sakit kepala, dan pegal-pegal. Tidak ada gejala khusus yang mengarah pada tingkat keparahan tinggi,” ujar dr. Prima di Jakarta, Kamis 1 Januari 2026.

Advertisement

Ia menambahkan, subclade K pertama kali dilaporkan oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat pada Agustus 2025. Meski termasuk varian baru, virus tersebut tetap berada dalam kelompok influenza A(H3N2) yang telah lama dikenal dan dapat ditangani secara medis.

Kemenkes juga mengingatkan agar masyarakat tidak lengah, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, serta individu dengan daya tahan tubuh rendah. Di Indonesia, kasus terbanyak sejauh ini tercatat pada kelompok anak-anak dan perempuan.

Sebagai langkah pencegahan, pemerintah menekankan pentingnya vaksinasi influenza tahunan. Vaksin yang tersedia saat ini dinilai masih efektif untuk mencegah komplikasi berat dan menurunkan risiko perawatan di rumah sakit.

“Jika mulai merasakan gejala flu, sebaiknya kurangi aktivitas, istirahat di rumah, gunakan masker, dan terapkan etika batuk. Apabila dalam dua hingga tiga hari kondisi tidak membaik, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan,” kata dr. Prima.

Kemenkes memastikan akan terus melakukan pemantauan dan surveilans epidemiologi untuk memastikan penyebaran virus tetap terkendali, sembari mengimbau masyarakat tetap tenang dan disiplin menerapkan pola hidup sehat.

Hasyim Ashari/Disway

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID