Mendikdasmen Pastikan Pembelajaran di Lokasi Bencana Sumut Mulai 5 Januari

news.fin.co.id - 04/01/2026, 20:22 WIB

Mendikdasmen Pastikan Pembelajaran di Lokasi Bencana Sumut Mulai 5 Januari

Seorang bocah berjalan meniti kayu-kayu yang memenuhi area Pondok Pesantren Darul Mukhlishin pascabanjir bandang di Desa Tanjung Karang, Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Jumat (5/12/2025). ANTARA/Erlangga Bregas Prakoso

fin.co.id - Kabar gembira datang dari dunia pendidikan di Sumatera Utara. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, telah memastikan bahwa aktivitas belajar mengajar di wilayah yang terdampak bencana alam akan segera kembali normal.

Proses belajar mengajar dijadwalkan dapat bergulir kembali mulai tanggal 5 Januari 2026, memberikan harapan baru bagi para siswa yang terdampak.

Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Abdul Mu'ti saat memberikan sambutan pada acara Peresmian Bantuan Revitalisasi Satuan Pendidikan di Kota Medan pada Minggu, 4 Januari 2026.

Menurut data yang dipaparkan, terdapat 1.215 sekolah di Sumatera Utara yang terdampak bencana. Namun, angka ini tidak serta merta menghentikan proses belajar. Sebanyak 1.157 sekolah, atau 95,23 persen dari total, telah dinyatakan siap untuk kembali beroperasi pada tanggal yang telah ditentukan.

Advertisement

Abdul Mu'ti merinci bahwa sejumlah sekolah masih dalam tahap persiapan untuk menjalankan pembelajaran darurat. Fasilitas-fasilitas tersebut sedang menjalani proses pembersihan pascabanjir dan tanah longsor.

Saat ini, tercatat ada 19 sekolah yang terpaksa menggunakan tenda sebagai ruang kelas sementara, mewakili 1,6 persen dari total sekolah terdampak. Sementara itu, 29 sekolah lainnya, atau sekitar 2,4 persen, masih dalam proses pembersihan. Ia meyakinkan bahwa semua sekolah tersebut ditargetkan dapat digunakan kembali sebagaimana mestinya pada 5 Januari.

Bagi satuan pendidikan yang belum sepenuhnya pulih, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah menyiapkan kebijakan khusus. Kurikulum yang dirancang secara spesifik akan diterapkan untuk memastikan pembelajaran dan asesmen tetap berjalan optimal bagi sekolah-sekolah yang terdampak banjir dan tanah longsor.

Pendekatan yang diambil bersifat adaptif dan fleksibel, disesuaikan dengan kondisi lapangan terkini. Abdul Mu'ti menegaskan bahwa strategi ini dilakukan tanpa mengurangi semangat belajar para siswa.

"Yang terpenting adalah semangat kita untuk bangkit, semangat kita untuk dapat belajar, dan bersemangat meraih masa depan," ujarnya penuh optimisme.

Dalam kesempatan yang sama, Abdul Mu'ti turut menyampaikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam percepatan pemulihan sektor pendidikan di Sumatera Utara.

Ucapan terima kasih ia sampaikan kepada jajaran Kemendikdasmen, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, para wali kota dan bupati, serta seluruh penyelenggara satuan pendidikan dan para kepala sekolah di berbagai jenjang.

Dukungan yang diberikan dinilai sangat krusial dalam mewujudkan kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto, khususnya terkait revitalisasi satuan pendidikan dan sekolah.

Dengan berbagai program yang telah disiapkan, diharapkan para siswa di wilayah terdampak bencana tetap dapat menikmati hak belajar mereka secara layak dan berkelanjutan. (Anisha Aprilia)

Advertisement
Khanif Lutfi
Khanif Lutfi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID